Semangat Kartini, Perempuan Cantel Kulon Sulap Lahan Sempit Jadi Kebun Produktif
SRAGEN, iNewsSragen.id – Semangat emansipasi yang diwariskan Raden Ajeng Kartini terus menginspirasi perempuan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Sragen. Di Kampung Cantel Kulon, Kelurahan Sragen Kulon, puluhan perempuan yang tergabung dalam Kelompok Tani Wanita (KTW) Embun Cantel Kulon atau Embun Pagi memanfaatkan lahan sempit menjadi kebun produktif.
Berlokasi di lingkungan RT 01 RW 23, kelompok ini mengembangkan pertanian skala rumah tangga dengan sistem tanam polybag. Upaya ini menjadi solusi atas keterbatasan lahan di kawasan perkotaan, sekaligus mendorong kemandirian pangan keluarga.
KTW Embun Pagi merupakan organisasi nonformal berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Meski berada di tengah kota, aktivitas pertanian tetap berjalan aktif dan terorganisir.
Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Sragen Kulon, Yuni Kusumawati, menjelaskan bahwa kegiatan kelompok mencakup seluruh tahapan budidaya tanaman, mulai dari persiapan media tanam hingga panen.
“Media tanam menjadi faktor penting dalam pertumbuhan tanaman. Kami menggunakan campuran tanah halus, kompos, dan arang sekam dengan komposisi tertentu agar hasilnya optimal,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Selain media tanam, kualitas bibit juga menjadi perhatian utama. Bibit yang dipilih harus sehat, ditandai batang kokoh, daun hijau segar, serta bebas dari hama dan penyakit.
Proses penanaman dilakukan dalam polybag dengan kedalaman sekitar 5 sentimeter. Setelah itu, tanaman dirawat secara rutin melalui penyiraman, penyiangan gulma, dan pengendalian hama secara alami.
Dalam praktiknya, metode tanam dilakukan melalui dua cara, yakni penanaman langsung untuk benih seperti kangkung dan bayam, serta metode pindah tanam dari persemaian untuk jenis sayuran lainnya.
Perawatan tanaman dilakukan secara berkelanjutan, termasuk penyiraman dua kali sehari, pemupukan organik berkala, serta memastikan tanaman mendapat paparan sinar matahari selama 6 hingga 8 jam setiap hari.
Hasil panen umumnya dapat diperoleh dalam waktu 30 hingga 45 hari setelah tanam, tergantung jenis sayuran. Panen dilakukan secara selektif agar tanaman tetap produktif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, KTW Embun Pagi tidak hanya mendorong ketahanan pangan keluarga, tetapi juga memperkuat peran perempuan dalam pengelolaan sumber daya lokal di wilayah perkotaan.
Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain dalam memanfaatkan lahan terbatas secara produktif, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi berbasis komunitas.
Editor : Joko Piroso