Jenazah Korban Helikopter Jatuh di Kalbar Tiba di Klaten, Tangis Keluarga Pecah
KLATEN, iNewsSragen.id - Suasana duka menyelimuti Perumahan Glodogan Indah, Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026) malam. Jenazah Joko Catur Prasetyo (45), salah satu korban kecelakaan helikopter PK-CFX yang jatuh di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, akhirnya tiba di rumah duka.
Kedatangan ambulans yang membawa peti jenazah disambut tangis keluarga dan kerabat yang telah menunggu sejak sore hari. Prosesi penyerahan jenazah berlangsung khidmat dengan dihadiri ratusan pelayat.
Almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik dan bertanggung jawab. Di mata keluarga, Joko Catur merupakan sosok panutan yang mengayomi.
“Beliau orang yang sangat baik dan bertanggung jawab, baik untuk keluarga maupun di tempat kerja,” ujar kakak almarhum, Sulistiyanto.
Selama lebih dari delapan tahun terakhir, almarhum diketahui bekerja di Kalimantan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi istri dan tiga anak yang kini kehilangan sosok kepala keluarga.
Ratusan warga, mulai dari tetangga, kerabat hingga rekan sejawat, memadati rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir. Prosesi pemakaman diawali dengan salat jenazah berjemaah sebelum diberangkatkan ke tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.
Jenazah kemudian dimakamkan di TPU yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah duka dengan iring-iringan pelayat yang berjalan kaki mengantar kepergian almarhum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, helikopter jenis Airbus H130 dengan registrasi PK-CFX tersebut lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, pada pukul 07.34 WIB.
Namun, sekitar pukul 08.39 WIB, helikopter dilaporkan hilang kontak saat dalam penerbangan menuju helipad PT GAN di Kabupaten Kubu Raya.
Helikopter kemudian ditemukan jatuh di wilayah Kabupaten Sekadau. Insiden tersebut mengakibatkan seluruh penumpang dan awak yang berjumlah delapan orang meninggal dunia.
Editor : Joko Piroso