get app
inews
Aa Text
Read Next : Remaja 13 Tahun Tewas Tertemper KA Joglosemarkerto di Gemolong Sragen

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Anggota DPR Desak Audit Sistem Keselamatan Perkeretaapian

Rabu, 29 April 2026 | 17:24 WIB
header img
Anggota Komisi V DPR RI Sriyanto Saputro menyampaikan pernyataan terkait insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur.Foto: Istimewa

JAKARTA, iNewsSragen.id — Insiden kecelakaan yang melibatkan rangkaian kereta api di dekat Stasiun Bekasi Timur memicu sorotan dari parlemen. Anggota Komisi V DPR RI Sriyanto Saputro mendesak pemerintah melakukan evaluasi mendasar terhadap sistem keselamatan perkeretaapian nasional menyusul peristiwa tersebut.

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah IV meliputi Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri itu menyampaikan keprihatinan atas insiden yang mengakibatkan gangguan perjalanan dan menimbulkan korban terdampak.

Menurut Sriyanto, peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi serius terhadap aspek keselamatan operasional kereta, termasuk sistem pengamanan jalur dan manajemen perlintasan.

“Kejadian seperti ini tidak boleh dianggap peristiwa biasa. Perlu audit dan evaluasi menyeluruh agar penyebabnya terang dan langkah pencegahan bisa dilakukan,” ujar Sriyanto, Rabu (29/4/2026).

Ia meminta Kementerian Perhubungan, operator perkeretaapian, serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi komprehensif untuk mengurai penyebab insiden.

Menurutnya, sejumlah aspek penting perlu menjadi perhatian, mulai dari sistem persinyalan, komunikasi antar-rangkaian, keamanan perlintasan, hingga prosedur mitigasi saat terjadi gangguan di jalur rel.

Sriyanto juga menyoroti perlunya sinkronisasi sistem keselamatan antara operasional kereta dan pengamanan di perlintasan sebidang agar potensi risiko bisa ditekan.

“Kalau ada faktor eksternal maupun teknis, semuanya harus diperiksa. Sistem keselamatan harus dilihat secara utuh,” katanya.

Selain evaluasi operasional, ia juga mendorong percepatan penataan infrastruktur di kawasan padat seperti Bulak Kapal, Bekasi Timur. Menurutnya, kawasan itu sudah lama dikenal memiliki kepadatan lalu lintas tinggi sehingga membutuhkan solusi permanen.

Salah satu yang didorong yakni pembangunan flyover atau underpass guna mengurangi konflik perlintasan antara kendaraan dan jalur kereta.

“Pemisahan jalur melalui flyover atau terowongan perlu dipertimbangkan serius demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” ujarnya.

Sriyanto menilai pembangunan infrastruktur keselamatan di titik rawan tidak bisa lagi ditunda, terutama di kawasan perkotaan dengan intensitas perjalanan kereta dan kendaraan yang tinggi.

Ia menegaskan keselamatan transportasi publik harus menjadi prioritas utama dan tidak hanya direspons setelah terjadi insiden.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut