get app
inews
Aa Text
Read Next : Polsek Sewon Bongkar Dugaan Penjualan Miras Oplosan di Bantul, Puluhan Botol Disita

Jelang Iduladha 2026, Pedagang Kambing di Bantul Gandeng Difabel

Minggu, 03 Mei 2026 | 14:10 WIB
header img
Sejumlah penyandang disabilitas membantu mempromosikan kambing kurban di sebuah kandang di Kasihan, Bantul, menjelang Idul Adha 2026. (Foto: iNews/Trisna P).

BANTUL, iNewsSragen.id — Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, seorang pedagang kambing kurban di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan terobosan unik sekaligus inklusif dengan melibatkan penyandang disabilitas (difabel) dalam kegiatan promosi penjualan. Cara ini terbukti efektif meningkatkan minat pembeli sekaligus mendongkrak omzet penjualan.

Pedagang tersebut, Adi Karnadi, pemilik lapak kambing di Dusun Godegan, Kecamatan Kasihan. Meski Iduladha masih sekitar satu bulan lagi, lapaknya sudah mulai ramai didatangi calon pembeli.

Berbeda dengan metode promosi sebelumnya, Adi kini menggandeng empat orang difabel yang memiliki pengalaman dalam penjualan, khususnya secara daring. Mereka dilibatkan untuk membantu menawarkan kambing kurban kepada calon pembeli, baik secara langsung di kandang maupun melalui media digital.

Adi mengatakan, langkah ini dilakukan tidak hanya untuk kepentingan bisnis, tetapi juga sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas yang kerap mengalami keterbatasan akses pekerjaan.

“Saya melihat banyak teman-teman difabel sebenarnya punya kemampuan berdagang, terutama secara online. Dengan dilibatkan di sini, mereka bisa mendapatkan penghasilan sekaligus pengalaman baru,” ujarnya.

Selain mendapatkan uang bulanan, para difabel juga diberi insentif tambahan berupa bonus Rp100 ribu untuk setiap kambing yang berhasil terjual.

Sebelum mulai bekerja, mereka dibekali pelatihan mengenai seluk-beluk kambing kurban, mulai dari harga, kualitas, kesehatan hewan, hingga pola pemberian pakan yang baik. Mereka juga diajarkan teknik komunikasi dan cara menawarkan produk kepada calon pembeli.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Dalam kurun waktu sekitar satu bulan, penjualan kambing kurban di kandang tersebut telah mencapai sekitar 260 ekor, meski puncak permintaan biasanya terjadi mendekati hari raya.

Salah satu difabel yang terlibat, Ahmad Dodi, mengaku senang bisa diberi kesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut. Ia merasa dilibatkan secara aktif dan dapat berinteraksi langsung dengan pembeli.

“Senang bisa ikut membantu. Selain dapat penghasilan, juga bisa belajar banyak tentang kambing kurban,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kendala di lapangan, terutama bagi difabel pengguna kursi roda yang mengalami kesulitan saat harus naik ke area kandang yang posisinya lebih tinggi.

Di sisi lain, keterlibatan difabel dalam promosi ini mendapat respons positif dari sebagian besar calon pembeli. Mereka menilai langkah tersebut tidak hanya membantu penjualan, tetapi juga memberikan nilai sosial yang kuat.

Salah satu calon pembeli, Lurida Cinta, mengaku tertarik membeli kambing di lokasi tersebut karena pelayanan yang informatif dan ramah.

“Harganya juga masih terjangkau, dan penjelasannya detail, jadi lebih yakin saat memilih,” ujarnya.

Harga kambing yang ditawarkan di kandang tersebut berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp7 juta per ekor, tergantung bobot dan kondisi fisik hewan. Adapun yang paling diminati saat ini berada di kisaran Rp2,5 juta hingga Rp5 juta.

Selain penjualan, pihak kandang juga menyediakan layanan penitipan kambing hingga hari penyembelihan, serta pengantaran ke alamat pembeli tanpa biaya tambahan.

Inovasi yang dilakukan Adi Karnadi ini menjadi contoh bagaimana pendekatan bisnis yang inklusif tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan bagi kelompok difabel di masyarakat.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut