get app
inews
Aa Text
Read Next : Kebakaran Pabrik Pemintalan Benang di Sukoharjo, Api Sempat Membesar dari Area Bahan Baku

Viral Dikira Kebakaran, Pertamina Tegaskan Api di Menden Blora adalah Flaring Uji Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:04 WIB
header img
Aktivitas flaring atau pembakaran gas terlihat di area sumur eksplorasi Dara Jingga (DRJ)-001 di Desa Menden, Blora.Foto: iNews/Heri P

BLORA, iNewsSragen.id - Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan dugaan kebakaran di area Pertamina di Desa Menden, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, viral dan memicu kekhawatiran warga. Video yang diunggah akun Instagram tentangblora.id tersebut memperlihatkan seorang warga menyebut “Pertamina Menden kebakaran”.

Namun, pihak Pertamina memastikan informasi tersebut tidak benar. Api yang terlihat merupakan bagian dari proses uji produksi (flaring) sumur eksplorasi Dara Jingga (DRJ)-001.

Geoscientist Exploration Operation Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Tutus Fidiatmoko, menjelaskan bahwa saat ini sumur eksplorasi tersebut memang sedang memasuki tahap uji produksi.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan eksplorasi untuk mengetahui kandungan serta kemampuan alir gas dari lapisan yang telah dibor,” jelasnya, Minggu (3/5/2026).

Menurutnya, uji produksi menjadi proses penting dalam menentukan potensi sumber daya migas serta rencana pengembangan ke depan, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Ia menegaskan bahwa api yang muncul merupakan hasil pembakaran gas melalui flare atau suar bakar, yang lazim dilakukan dalam industri migas guna mengurangi dampak lingkungan seperti akumulasi gas berlebih.

“Flaring dilakukan pada pagi hingga petang hari dan akan terlihat jelas terutama menjelang sore. Aktivitas ini tidak dilakukan pada malam hari,” ujarnya.

Tutus menambahkan, seluruh kegiatan telah melalui proses sosialisasi kepada masyarakat sekitar serta dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk pengawasan dari SKK Migas.

Dalam pelaksanaannya, Pertamina juga menerapkan standar keselamatan dan pengelolaan lingkungan secara ketat. Tim eksplorasi melakukan pemantauan gas hidrogen sulfida (H2S) di sekitar lokasi serta menyiagakan tim tanggap darurat untuk mengantisipasi potensi risiko.

Pihaknya memastikan bahwa fenomena api dan cahaya dari flare merupakan hal yang normal dan terkendali dalam operasi migas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan tidak mendekati area operasi demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Selain itu, Pertamina membuka jalur komunikasi dengan masyarakat melalui tokoh dan perwakilan warga setempat agar setiap perkembangan kegiatan dapat tersampaikan secara transparan.

Klarifikasi ini diharapkan dapat meredam kekhawatiran publik serta mencegah penyebaran informasi yang tidak akurat terkait aktivitas industri migas di wilayah tersebut.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut