get app
inews
Aa Text
Read Next : Polda DIY Memulai Penyelidikan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa BEM FMIPA UNY

Ratusan Ikan Sapu-Sapu Dibasmi di Rawa Kalibayem Bantul, Pemda DIY Selamatkan Ekosistem Lokal

Kamis, 07 Mei 2026 | 18:11 WIB
header img
Petugas gabungan dari DKP DIY, Polairud, dan Lanal Yogyakarta menangkap ratusan ikan sapu-sapu saat kegiatan gerebek ikan invasif di Rawa Kalibayem, Kasihan, Bantul.Foto:iNews/Trisna P

BANTUL, iNewsSragen.id - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY menggelar aksi gerebek ikan sapu-sapu di Rawa Kalibayem, Kalurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menekan populasi ikan invasif yang dinilai mengganggu ekosistem ikan lokal di kawasan rawa tersebut.

Kegiatan yang melibatkan personel Polairud, Lanal Yogyakarta, akademisi hingga peneliti perguruan tinggi itu berhasil mengangkat ratusan ekor ikan sapu-sapu dari area rawa. Ikan hasil tangkapan kemudian dikubur di sekitar lokasi setelah dilakukan pengambilan sampel penelitian.

Kepala DKP DIY, Hery Sulistio Hermawan, mengatakan populasi ikan sapu-sapu di Rawa Kalibayem terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan berdampak pada menurunnya populasi ikan lokal atau ikan endemik.

“Keberadaan ikan sapu-sapu semakin banyak dan menjadi salah satu penyebab berkurangnya ikan lokal di Rawa Kalibayem,” ujar Hery di sela kegiatan, Selasa (6/5/2026).

Menurutnya, ikan sapu-sapu tidak hanya memangsa ikan lain, tetapi juga memakan telur ikan lokal di sarangnya. Kondisi tersebut membuat proses perkembangbiakan ikan lokal terganggu sehingga populasinya semakin sulit ditemukan.

Padahal, beberapa tahun lalu Rawa Kalibayem dikenal sebagai salah satu lokasi favorit memancing dan wisata lokal yang ramai dikunjungi masyarakat. Aktivitas tersebut sempat memberikan dampak ekonomi positif bagi warga sekitar yang membuka warung dan usaha kecil di kawasan rawa.

Untuk mengurangi populasi ikan invasif tersebut, DKP DIY menggandeng sejumlah pihak dalam kegiatan gerebek ikan sapu-sapu. Selain melibatkan personel TNI AL dan Polairud, kegiatan ini juga diikuti peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Dengan menggunakan perahu karet, jaring, dan jala, petugas menyisir area rawa yang cukup luas untuk menangkap ikan sapu-sapu. Aksi tersebut mendapat perhatian dan dukungan masyarakat sekitar yang antusias menyaksikan proses penangkapan dari pinggir rawa.

Setelah beberapa kali penebaran jala, petugas berhasil mengangkat ratusan ikan sapu-sapu berukuran cukup besar, rata-rata sebesar pergelangan tangan orang dewasa.

Setelah dilakukan pengambilan sampel untuk kepentingan penelitian, ratusan ikan sapu-sapu yang telah mati kemudian dikubur di area sekitar rawa.

Hery menjelaskan ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang berasal dari Amerika Selatan dan masuk ke Indonesia melalui perdagangan ikan hias. Karena mampu berkembang biak dengan cepat, keberadaan ikan ini dinilai dapat mengancam keseimbangan ekosistem perairan lokal.

“Setelah populasi ikan sapu-sapu ditekan, kami akan kembali menebar bibit ikan lokal agar ekosistem di Rawa Kalibayem bisa pulih,” jelasnya.

Pemda DIY berharap upaya pengendalian ikan invasif tersebut dapat mengembalikan keseimbangan lingkungan sekaligus menghidupkan kembali potensi wisata dan ekonomi masyarakat di sekitar Rawa Kalibayem.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut