Ratusan Siswa SD dan SMP di Ngawi Putus Sekolah, Disdik Aktifkan Guru BK
NGAWI, iNewsSragen.id - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menekan angka anak putus sekolah menjelang tahun ajaran 2026/2027. Langkah tersebut dilakukan menyusul masih ditemukannya ratusan kasus siswa putus sekolah di tingkat SD maupun SMP selama tahun ajaran 2025/2026.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Zainal Fanani, mengatakan salah satu upaya yang akan dilakukan adalah mengaktifkan kembali peran guru bimbingan dan konseling (BK), khususnya di tingkat SMP. Selain itu, pemerintah desa juga akan dilibatkan dalam penanganan kasus anak putus sekolah.
“Hingga saat ini kasus putus sekolah masih menjadi perhatian serius kami. Karena itu perlu evaluasi dan langkah strategis agar angka tersebut dapat ditekan pada tahun ajaran mendatang,” ujar Zainal Fanani, Kamis (7/5/2026).
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Ngawi hingga April 2026, tercatat sebanyak 200 siswa SD mengalami putus sekolah. Jumlah itu setara sekitar 0,4 persen dari total 44.500 siswa SD yang tersebar di 502 sekolah negeri maupun swasta di Kabupaten Ngawi.
Sementara itu, angka putus sekolah di tingkat SMP tercatat lebih tinggi. Dari total sekitar 22.500 siswa SMP negeri dan swasta di 82 lembaga pendidikan, sebanyak 530 siswa dilaporkan putus sekolah atau sekitar 2,3 persen.
Mayoritas kasus terjadi pada siswa kelas VIII atau kelas dua SMP dengan jumlah mencapai 227 siswa atau sekitar 40 persen dari total kasus di jenjang menengah pertama.
Editor : Joko Piroso