DKK Sragen Soroti Tingginya Kasus Pre-eklampsia Setelah 5 Ibu Meninggal di 2026
DKK Sragen juga menyoroti fenomena kehamilan tidak diinginkan (KTD) pada remaja yang dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Banyak remaja memilih menutupi kehamilannya karena faktor malu dan tekanan sosial, sehingga baru memeriksakan diri saat usia kandungan sudah besar.
Untuk mengatasi hal tersebut, DKK meminta seluruh tenaga kesehatan, bidan, serta kader kesehatan menjaga kerahasiaan identitas pasien agar mereka tetap merasa aman untuk mengakses layanan kesehatan.
“Tugas kami adalah menyelamatkan nyawa. Karena itu kami tekankan kepada kader dan tenaga kesehatan agar menjaga kerahasiaan pasien demi keselamatan ibu dan bayi,” tegasnya.
DKK Sragen terus melakukan evaluasi serta penguatan edukasi kesehatan reproduksi dan deteksi dini kehamilan risiko tinggi guna menekan angka kematian ibu di wilayah tersebut.
Editor : Joko Piroso