get app
inews
Aa Text
Read Next : Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Sragen, Pemerintah Tekankan Perlindungan Korban

Muhammadiyah Tanggung Biaya Korban Atap Roboh MTs Sambungmacan Sragen

Rabu, 13 Mei 2026 | 17:41 WIB
header img
Siswa korban ambruknya atap ruang kelas VII MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan, Sragen, menjalani perawatan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro.Foto:DOK iNews/Joko P

SRAGEN, iNewsSragn.id - Penanganan korban insiden robohnya atap ruang kelas di MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Kabupaten Sragen, terus dilakukan secara intensif oleh jajaran Persyarikatan Muhammadiyah. Melalui Lazismu Sragen serta Majelis Dikdasmen Muhammadiyah tingkat daerah dan wilayah, pendampingan medis hingga rencana renovasi sekolah kini mulai disiapkan.

Peristiwa robohnya atap ruang kelas tersebut terjadi pada Selasa (12/5/2026) saat proses belajar mengajar berlangsung. Akibat kejadian itu, delapan orang menjadi korban yang terdiri atas tujuh siswa dan satu guru.

Para korban saat ini menjalani perawatan di dua rumah sakit berbeda, yakni RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen dan RSI Amal Sehat Sragen.

Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dodok Sartono, bersama jajaran pengurus Muhammadiyah dan Lazismu turun langsung meninjau lokasi kejadian. Mereka juga mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi korban dan proses penanganan berjalan baik.

Manajer Lazismu Sragen, Rizki Arif Hernawan, mengatakan Muhammadiyah berkomitmen memberikan pendampingan penuh terhadap seluruh korban hingga proses pengobatan selesai.

“Kami memastikan kebutuhan medis korban akan terus didampingi sampai proses perawatan selesai dilakukan,” ujarnya.

Selain fokus pada pemulihan korban, Muhammadiyah juga mulai menyiapkan langkah lanjutan berupa renovasi bangunan sekolah yang terdampak. Sedikitnya tiga ruang kelas di MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan direncanakan segera diperbaiki setelah proses penyelidikan dan pemeriksaan dari pihak berwenang selesai.

Langkah evaluasi juga akan dilakukan terhadap kondisi bangunan sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya guna memastikan standar keamanan fasilitas pendidikan tetap terjaga.

“Kejadian ini menjadi perhatian serius agar ke depan kondisi bangunan sekolah bisa lebih aman dan layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” kata Rizki.

Pihak Lazismu juga mengaku terus berkoordinasi dengan keluarga korban, pihak sekolah, hingga pengurus Muhammadiyah di tingkat daerah terkait proses pendampingan dan pembiayaan pengobatan.

Tidak hanya itu, bantuan tambahan juga akan diusulkan ke tingkat provinsi guna mendukung kebutuhan penanganan medis korban yang masih menjalani perawatan.

Diketahui sebelumnya, atap ruang kelas VII di MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan roboh saat pelajaran Bahasa Inggris berlangsung. Dugaan sementara, ambruknya atap dipicu kondisi kayu penyangga bangunan yang sudah lapuk dimakan usia.

Insiden tersebut sempat memicu kepanikan di lingkungan sekolah. Sejumlah siswa mengalami luka pada bagian kepala dan kaki akibat tertimpa material bangunan.

Polres Sragen saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti robohnya atap sekolah tersebut. Garis polisi juga telah dipasang di lokasi kejadian untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Muhammadiyah berharap proses pemulihan korban dan renovasi sekolah dapat berjalan lancar sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut