Nasib 350 Guru Honorer Ngawi Masih Menggantung, Disdikbud Tunggu Juknis Pusat
Dia menjelaskan, keberadaan guru honorer selama ini menjadi salah satu penopang proses belajar mengajar di tengah keterbatasan jumlah guru Aparatur Sipil Negara (ASN).
Di sisi lain, Kabupaten Ngawi masih menghadapi persoalan kekurangan tenaga pengajar. Dindikbud mencatat kebutuhan guru saat ini masih mengalami defisit sekitar 500 orang di berbagai jenjang pendidikan.
Kondisi tersebut salah satunya dipicu tingginya angka pensiun guru dalam dua tahun terakhir. Setiap tahunnya, sekitar 200 hingga 250 guru di Kabupaten Ngawi memasuki masa purna tugas.
Akibat kondisi itu, sejumlah sekolah harus melakukan berbagai upaya agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal, termasuk melibatkan kepala sekolah untuk ikut turun langsung mengajar di kelas.
"Di Kabupaten Ngawi sendiri kita mengalami kekurangan sekitar 500 guru. Kondisi ini salah satunya dipengaruhi gelombang pensiun guru dalam dua tahun terakhir. Untuk mengatasi itu, beberapa kepala sekolah juga ikut membantu mengajar," jelasnya.
Editor : Joko Piroso