get app
inews
Aa Text
Read Next : Kenaikan Pangkat 90 Personel Polres Sragen Diwarnai Pesan Profesionalisme dan Penghijauan

Target Sragen Bebas RTLH Dikebut, Ribuan Rumah Warga Masuk Program Bedah Rumah 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 20:12 WIB
header img
Anggota DPR RI Sriyanto Saputra bersama Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyerahkan bantuan perbaikan RTLH kepada warga penerima manfaat di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sragen, Selasa (30/6/2026). (Foto: Istimewa).

SRAGEN, iNewsSragen.id – Pemerintah Kabupaten Sragen terus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan ekstrem melalui perbaikan kualitas hunian masyarakat. Sebanyak 101 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di tiga desa Kecamatan Tanon menerima bantuan stimulan dengan nilai meningkat dua kali lipat melalui program kolaborasi.

Jika bantuan reguler Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) umumnya sebesar Rp20 juta per unit, 101 rumah tersebut mendapatkan tambahan dukungan sehingga total bantuan mencapai Rp40 juta per rumah.

Tambahan anggaran senilai Rp20 juta berasal dari kerja sama dengan yayasan internasional Habitat for Humanity Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas hunian masyarakat.

Penyerahan buku tabungan bantuan dilakukan oleh Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil IV Jawa Tengah, Sriyanto Saputra, bersama Bupati Sragen Sigit Pamungkas di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sragen, Selasa (30/6/2026).

Sriyanto menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemkab Sragen dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni. Program kolaborasi tersebut menyasar tiga desa, yakni Desa Padas, Karangtalun, dan Jono, Kecamatan Tanon.

“Biasanya bantuan Rp20 juta, khusus tiga desa ini mendapat tambahan Rp20 juta dari Habitat for Humanity sehingga menjadi Rp40 juta per rumah. Ini langkah yang baik untuk mendukung target Sragen bebas RTLH,” ujar Sriyanto.

Ia menyebutkan, berdasarkan pendataan sementara masih terdapat ribuan rumah tidak layak huni yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sragen. Karena itu, ia mendorong pemerintah desa dan kecamatan melakukan pendataan ulang agar warga yang membutuhkan dapat masuk dalam program berikutnya.

“Data harus terus diperbarui agar bantuan bisa tepat sasaran,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sriyanto juga menegaskan bahwa program bantuan perumahan harus berjalan transparan dan tidak membebani masyarakat penerima.

Ia meminta seluruh pihak menjaga agar pelaksanaan bantuan bebas dari pungutan dalam bentuk apa pun.

“Sejak awal kami tekankan tidak boleh ada pungutan. Program ini harus benar-benar diterima masyarakat sesuai peruntukannya,” tegasnya.

Selain dukungan anggaran, pelaksanaan pembangunan rumah juga menerapkan sistem pengadaan material melalui mekanisme yang dinilai lebih efisien. Berdasarkan laporan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P3KP) Jawa Tengah Wilayah 3, pola pelaksanaan tersebut mampu menciptakan efisiensi anggaran.

Secara keseluruhan, bantuan perbaikan rumah yang dikawal tahun ini mencapai 1.212 unit di Kabupaten Sragen. Rinciannya, sebanyak 1.111 unit melalui program BSPS reguler dan 101 unit melalui program BSPS kolaborasi bersama Habitat for Humanity di Kecamatan Tanon.

Percepatan pembangunan juga terlihat dari progres fisik di lapangan. Sejumlah rumah penerima bantuan dilaporkan sudah memasuki tahap pengerjaan sekitar 50 persen, lebih cepat dibanding pola pembangunan tahun-tahun sebelumnya.

Dengan capaian tersebut, penataan kawasan permukiman di tiga desa Kecamatan Tanon direncanakan akan mendapat kunjungan peresmian dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi rumah warga, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendukung target pengurangan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sragen.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut