get app
inews
Aa Text
Read Next : Soroti Konflik Iran, AS, dan Israel, Abu Rusydan Ajak Masyarakat Jaga Persatuan

Selat Hormuz Kembali Dibuka, Apakah Harga BBM Indonesia Bakal Turun? Ini Penjelasan Ekonom UMY

Rabu, 01 Juli 2026 | 18:34 WIB
header img
Dosen Ekonomi UMY, Dyah Titis Kusuma Wardani, S.E., MIDEC., Ph.D.Foto: Istimewa

Dyah menjelaskan, harga BBM domestik tidak hanya ditentukan oleh satu faktor, termasuk perkembangan konflik maupun distribusi minyak internasional. Harga minyak mentah dunia memang menjadi salah satu komponen penting, tetapi terdapat faktor lain seperti rata-rata Indonesian Crude Price (ICP), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, biaya pengadaan, distribusi, serta kontrak perdagangan yang berjalan.

“Harga BBM tidak ditentukan hanya oleh satu peristiwa dalam satu hari. Dibukanya Selat Hormuz memang mengurangi tekanan harga minyak, tetapi tidak langsung membuat harga BBM turun pada hari berikutnya,” jelasnya.

Ia juga menyebut adanya perbedaan pengaruh antara BBM subsidi dan non-subsidi. BBM non-subsidi seperti Pertamax cenderung lebih cepat mengikuti perubahan harga minyak dunia karena mengikuti mekanisme keekonomian.

Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar lebih banyak dipengaruhi kebijakan pemerintah terkait subsidi dan kompensasi energi.

“Ketika harga minyak dunia naik, pemerintah menahan dampaknya melalui subsidi sehingga beban fiskal meningkat. Jika harga turun, ruang fiskal pemerintah menjadi lebih longgar. Masyarakat tidak langsung merasakan seluruh perubahan harga minyak dunia karena ada kebijakan pemerintah,” paparnya.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut