Tinjau Sekolah Rakyat 2 Sukoharjo, Cak Imin dan Agus Jabo Pastikan MPLS Dimulai 14 Juli
Menanggapi adanya kekurangan kuota siswa, khususnya pada jenjang SD, Cak Imin menegaskan akan segera melakukan evaluasi.
"Nanti kita evaluasi. Semaksimal mungkin kuotanya terpenuhi, sehingga bisa naik desil, bisa jadi," ujarnya.
Cak Imin juga menggarisbawahi pentingnya aspek perawatan (maintenance) fasilitas di Sekolah Rakyat. Ia menekankan perlunya kolaborasi dan sinergi yang kuat antara Kementerian Sosial dan Pemerintah Daerah, mengingat lahan yang digunakan merupakan aset milik pemerintah daerah setempat.
Pada kesempatan yang sama, Wamensos Agus Jabo memberikan penjelasan lebih terperinci mengenai aspek teknis dan tantangan di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa setiap tingkatan kelas di SR 2 Sukoharjo memiliki tiga rombongan belajar (rombel), dengan kapasitas masing-masing rombel sebanyak 90 siswa.
Agus juga mengakui saat ini kuota untuk jenjang SD masih belum terpenuhi secara maksimal. Salah satu kendala utama adalah faktor psikologis orang tua yang masih merasa berat untuk melepas anak usia SD tinggal di asrama (boarding school).
Untuk mengatasi kekhawatiran tersebut, pemerintah menerapkan kebijakan yang fleksibel demi memberikan kenyamanan bagi keluarga siswa.
"Kami berharap, karena sewaktu-waktu kalau orang tua ini kangen sama anaknya mau datang, silakan. Supaya kemudian kalau mereka mau bersekolah, mau berpisah dengan orang tuanya, itu boleh. Nanti orang tuanya datang sewaktu-waktu," jelas Agus.
Guna mendukung kebijakan ini, fasilitas pendukung telah disiapkan secara matang berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Selain asrama untuk siswa, guru, dan kepala sekolah, pihak sekolah juga menyediakan fasilitas guest house yang dapat digunakan oleh orang tua murid saat berkunjung.
Mengenai kurikulum, Wamensos memastikan SR 2 Sukoharjo masih mengadopsi kurikulum yang berlaku dengan terus bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Digdasmen).
Sistem yang diterapkan adalah multi-entry dan multi-exit, sehingga memberikan kemudahan bagi siswa baru yang ingin menyusul masuk di tengah tahun ajaran tanpa kendala administratif yang rumit.
Editor : Joko Piroso