get app
inews
Aa Text
Read Next : Pantai Samas Bantul Dipenuhi Sampah, Wisatawan Keluhkan Kebersihan

Solo jadi Pilot Project Nasional, UNDP dan Pemkot Solo Luncurkan Program Sungai Lestari

Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:15 WIB
header img
Soft-launching program #SungaiLestari di pendopo Kecamatan Laweyan.Foto:iNews/Shinta

SOLO, iNewsSragen.id – Pemerintah Kota Surakarta meluncurkan Program #SungaiLestari dengan target menangani 1.000 ton sampah di wilayah Solo, Jumat (10/7/2026). Program kolaboratif tersebut difokuskan untuk mengurangi pencemaran sampah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Premulung sekaligus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat,  tanpa membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo.

Program bertajuk Sungai Lestari ini menyasar wilayah hulu di kawasan Pajang, Kecamatan Laweyan, hingga area hilir di Kecamatan Serengan, yakni kawasan Joyotakan dan Danukusuman.

“Target kami sampai menangani 1.000 ton sampah yang dibagi di dua titik tersebut. Skema yang dikerjakan adalah sampah yang diambil dari sungai akan langsung dipilah dan diolah oleh mitra lokal, sehingga harapannya tidak dikirim ke TPA Putri Cempo,” tegas Herwin.

Melalui pilot project ini, Pemkot Surakarta membidik tambahan pengurangan volume sampah harian hingga 5 persen. Selain membersihkan limbah domestik di aliran air, program ini juga mengintegrasikan pengelolaan sampah rumah tangga berbasis hulu guna mendorong penguatan ekonomi sirkular di tengah masyarakat.

Terkait pengawasan warga yang masih membuang sampah ke sungai, pihaknya menekankan pentingnya pendekatan edukasi terstruktur ketimbang langsung menerapkan sanksi hukum.

Dampak jangka panjang dari bersihnya Kali Premulung ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan, termasuk berkontribusi pada penurunan angka kekerdilan atau stunting pada anak di sekitar bantaran sungai melalui penyediaan akses air bersih yang lebih higienis.

Sementara itu, National Project Manager UNDP sekaligus Koordinator Tim Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut Ahmad Bahri Rambe menjelaskan program Sungai Lestari ini diinisiasi secara komprehensif dengan dukungan dari Kemenko Pangan serta Kementerian Lingkungan Hidup.

Surakarta terpilih sebagai satu dari lima wilayah percontohan di Indonesia bersama Surabaya, Sidoarjo, Bekasi, dan Bali.

“Kami memilih lima lokasi ini dengan harapan bisa menjadi pilot project bagi 514 kota/kabupaten lainnya di Indonesia dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, sekaligus mencegah kebocoran sampah dari darat menuju laut,” katanya.

Ia menambahkan program yang direncanakan berjalan hingga tahun 2027 ini menggunakan pendekatan berbasis kinerja (performance-based). UNDP bermitra dengan organisasi masyarakat sipil (CSO) lokal seperti Pelopor dan Bintari, yang kinerjanya akan dievaluasi secara berkala untuk mendapatkan insentif.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, para mitra lingkungan tersebut akan menggerakkan relawan, komunitas peduli sungai, hingga jaringan bank sampah setempat.

“Dengan terbangunnya kelembagaan yang kuat dan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat serta Pemda, kami optimistis hingga 2027 nanti sungai-sungai ini menjadi lebih bersih, indah, dan lestari,” ujarnya

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut