Sapi Milik Warga Bukuran Sragen Mati Mendadak, Desa Koordinasi dengan Dinas Peternakan
Berdasarkan informasi awal yang diterima, tidak ditemukan gejala klinis yang umum dijumpai pada kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Meski demikian, penyebab kematian belum dapat disimpulkan.
"Kalau PMK biasanya ada gejala-gejala tertentu. Dalam kasus ini, sapi sebelumnya terlihat sehat. Ada dugaan kemungkinan karena salah makan atau faktor lain, tetapi itu masih sebatas informasi awal dan belum dapat dipastikan," katanya.
Ia juga menyebut sempat beredar informasi bahwa sapi tersebut mengeluarkan darah dari bagian belakang tubuh sebelum mati. Namun, informasi tersebut belum dapat diverifikasi dan belum menjadi dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian.
Hariyanto menegaskan, hingga saat ini pemerintah desa belum menerima laporan adanya kejadian serupa maupun indikasi penyebaran penyakit pada ternak milik warga lainnya.
Meski demikian, Pemerintah Desa Bukuran menyatakan siap berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sragen apabila diperlukan pemeriksaan lebih lanjut maupun langkah-langkah pencegahan, seperti penyemprotan disinfektan, pemeriksaan kesehatan ternak, pemberian vitamin, atau vaksinasi sesuai rekomendasi petugas.
"Kami siap berkoordinasi apabila ada tindak lanjut dari Dinas Peternakan. Jika memang diperlukan penyemprotan kandang atau pemeriksaan kesehatan ternak di wilayah Bukuran, tentu akan kami fasilitasi demi menjaga kesehatan ternak masyarakat," ujarnya.
Editor : Joko Piroso