Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Gerebek Kos di Parangtritis Bantul, Dua Pria Diamankan Terkait Dugaan Konsumsi Sabu
Advertisement . Scroll to see content

Diduga Kesal Tak Diberi Rp15 Juta, Pria di Bantul Bakar Rumah Orang Tua, Bhabinkamtibmas Terluka

Kamis, 23 Juli 2026 | 21:49 WIB
  • author Trisna Purwoko
Diduga Kesal Tak Diberi Rp15 Juta, Pria di Bantul Bakar Rumah Orang Tua, Bhabinkamtibmas Terluka
Petugas kepolisian melakukan penanganan di lokasi kebakaran rumah di Dusun Ngebel, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Kamis (23/7/2026) malam.Foto:Istimewa

BANTUL, iNewsSragen.id – Seorang pria berinisial MN (32) diduga membakar rumah milik orang tuanya di Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Bantul, Kamis (23/7/2026) malam. Polisi menduga aksi tersebut dipicu persoalan keluarga, sementara peristiwa itu masih dalam penyelidikan. 

Akibat kejadian itu, seorang anggota kepolisian, Bhabinkamtibmas Kalurahan Tamantirto Bripka Agustinus Sulistiyono, mengalami luka bakar saat membantu memadamkan api. Sementara pelaku juga mengalami luka bakar dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan Polsek Kasihan menerima laporan kebakaran rumah sekitar pukul 21.00 WIB. Personel piket fungsi kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan penyelidikan.

"Peristiwa ini berawal dari adanya persoalan di dalam keluarga. Pelaku meminta uang kepada orang tuanya sebesar Rp15 juta untuk mengambil sepeda motor dan membayar angsuran. Orang tuanya sudah berusaha mencarikan dana, tetapi pelaku tidak sabar hingga akhirnya terjadi pertengkaran," kata Rita.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menduga pelaku telah memiliki niat membakar rumah sejak sehari sebelumnya. Namun rencana tersebut baru diduga direalisasikan pada Kamis malam setelah situasi kembali memanas.

"Dari keterangan saksi diketahui sejak sehari sebelumnya pelaku sudah berniat membakar rumah menggunakan BBM jenis Pertalite, namun saat itu tidak jadi dilakukan. Pada hari kejadian, sejak pagi pelaku kembali mengamuk sehingga situasi semakin tidak kondusif," ujarnya.

Diduga Siram Pertalite ke Kamar

Sekitar pukul 19.30 WIB, perangkat wilayah, warga, dan Bhabinkamtibmas mendatangi rumah untuk berupaya meredakan situasi secara persuasif. Namun, menurut kepolisian, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Sekitar pukul 20.30 WIB, pelaku diduga menyiram salah satu kamar menggunakan Pertalite sebelum kemudian menyalakan api.

"Melihat api mulai membesar, Bhabinkamtibmas bersama warga langsung berupaya memadamkan kobaran api sehingga tidak merembet ke bagian rumah lainnya," jelas Rita.

Dalam proses pemadaman tersebut, Bripka Agustinus Sulistiyono mengalami luka bakar pada kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki. Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Kasihan I untuk memperoleh penanganan medis.

Sementara itu, MN juga mengalami luka bakar pada bagian kaki bawah dan punggung. Setelah dievakuasi warga, ia dibawa ke RS Bethesda untuk menjalani perawatan.

Kerugian Material Sekitar Rp5 Juta

Kebakaran mengakibatkan sejumlah barang di dalam kamar rusak, di antaranya kasur, bantal, pakaian, jendela, dan kursi busa. Nilai kerugian material diperkirakan sekitar Rp5 juta.

Menurut Rita, berdasarkan informasi awal yang diperoleh penyidik dari keluarga dan warga sekitar, pelaku diketahui memiliki riwayat persoalan keluarga yang telah berlangsung cukup lama.

"Dari hasil pendalaman sementara, pelaku memang memiliki riwayat persoalan keluarga dan beberapa kali sudah diperingatkan warga karena dinilai sering membuat keresahan di lingkungan sekitar. Saat ini peristiwa tersebut masih dalam penanganan kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa, motif, serta dugaan tindak pidana yang terjadi dalam kasus tersebut.

Editor: Joko Piroso

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut