Pemkab Blora Gandeng UGM Kembangkan Ayam Kampung, Bangun Ekosistem Peternakan dari Hulu hingga Hilir
Ia juga menyoroti masih adanya praktik seleksi negatif di kalangan peternak. Ayam dengan pertumbuhan terbaik cenderung dijual karena memiliki nilai ekonomi tinggi, sedangkan ayam berkualitas lebih rendah justru dijadikan indukan. Kondisi tersebut dinilai dapat menurunkan kualitas genetik ayam kampung dari waktu ke waktu.
Karena itu, UGM mendorong penerapan seleksi positif dengan menjadikan ayam terbaik sebagai indukan agar produktivitas dan kualitas genetik ayam kampung terus meningkat.
Selain itu, Heru memperkenalkan empat pilar keberhasilan peternakan ayam, yaitu penggunaan bibit unggul, pemberian nutrisi yang optimal, penerapan manajemen pemeliharaan yang baik, serta penciptaan lingkungan kandang yang ideal. Keempat aspek tersebut dinilai harus berjalan secara terpadu agar produktivitas peternakan meningkat secara berkelanjutan.
Tim UGM juga melakukan pemetaan terhadap kebutuhan pasar, kapasitas peternak, dan peluang pengembangan usaha ayam kampung berbasis pedesaan sebagai dasar penyusunan program di Kabupaten Blora.
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, pengembangan ayam kampung sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan.
"Tahun lalu kita fokus pada pertanian organik. Ke depan kita ingin mendorong pemberdayaan masyarakat melalui ayam kampung agar bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga," kata Arief.
Editor : Joko Piroso