Siswa SD di Sragen Terperosok ke Sumur Tua Saat Kemah Pramuka, Selamat Setelah Dievakuasi
SRAGEN, iNewsSragen.id – Siswa SD di Sragen terperosok ke sumur tua saat kemah Pramuka setelah penutup beton yang didudukinya tiba-tiba amblas.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (13/8/2026) petang. Korban terperosok setelah penutup sumur yang terbuat dari beton cor dan didudukinya tiba-tiba amblas.
Kapolsek Gondang AKP Suparno membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, saat kejadian korban sedang bersantai di area perkemahan bersama peserta lainnya.
Korban kemudian duduk di atas penutup sebuah sumur tua yang berada di lokasi. Meski bagian atas sumur telah ditutup menggunakan cor beton, struktur penutup tersebut diduga tidak mampu menahan beban hingga akhirnya amblas.
"Kejadiannya Kamis sore. Korban sedang duduk santai di atas penutup sumur. Meskipun sudah ditutup cor-coran, strukturnya tiba-tiba amblas," ujar Suparno saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026).
Suparno menjelaskan, sumur tua tersebut diperkirakan memiliki kedalaman sekitar 3 hingga 5 meter. Kondisi sumur saat kejadian disebut dalam keadaan kering sehingga proses evakuasi korban dapat dilakukan dengan cepat.
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung membantu proses penyelamatan. Ibu korban juga turut membantu mengevakuasi BAF dari dalam sumur.
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung mendapat pemeriksaan dari tim kesehatan yang berada di lokasi perkemahan.
"Evakuasi dibantu warga dan ibu korban. Di lokasi juga ada tim kesehatan yang langsung mengecek kondisi BAF. Setelah diperiksa, korban diperbolehkan pulang sore itu juga," jelas Suparno.
Berdasarkan pemeriksaan awal, korban tidak mengalami cedera serius. BAF hanya mengalami luka lecet ringan pada bagian tangan akibat benturan saat terperosok.
Kegiatan perkemahan dalam rangka memperingati Hari Pramuka di SDN Bumiaji tersebut merupakan agenda tahunan dan dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (14/8/2026).
Peristiwa tersebut menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan di lokasi kegiatan anak-anak. Kepolisian mengimbau pihak sekolah dan panitia agar melakukan pemeriksaan serta pengamanan terhadap titik-titik yang berpotensi membahayakan peserta sebelum kegiatan berlangsung.
Langkah tersebut penting untuk mencegah kejadian serupa, terutama ketika kegiatan sekolah digelar di area terbuka yang memiliki fasilitas lama atau struktur bangunan yang kondisinya belum diketahui secara pasti.
Editor: Joko Piroso