Kekeringan Sukoharjo Meluas, 2.724 Jiwa di 10 Desa Krisis Air Bersih
SUKOHARJO,iNewsSragen.id – Kekeringan akibat kemarau di Kabupaten Sukoharjo meluas. Sebanyak 2.724 jiwa dari 849 KK di 10 desa dan tiga kecamatan terdampak krisis air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengatakan permintaan bantuan air bersih mulai masuk sejak 2 Juli 2026. Hingga 15 Agustus, wilayah terdampak terus bertambah.
“Per 15 Agustus 2026, dampaknya telah meluas ke 10 desa di tiga kecamatan. Terdapat sekitar 849 KK atau 2.724 jiwa yang terdampak,” kata Ariyanto disela distribusi air bersih bersama Puskesmas Sukoharjo, PMI, dan Yonif TP 449/SH di Desa Kedungjambal, Kecamatan Tawangsari, Sabtu (15/8/2026).
Kecamatan Weru menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah karena kekeringan melanda empat desa. Sementara Desa Kedungjambal, Kecamatan Tawangsari, memiliki sedikitnya delapan titik pengedropan utama air bersih.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Sukoharjo bersama PDAM telah menyalurkan 946.000 liter air bersih atau setara 178 tangki. Namun, jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan warga karena kemarau diperkirakan masih berlangsung.
Bahkan, per 14 Agustus terdapat tambahan dua desa yang mengajukan bantuan darurat. BPBD mengantisipasi munculnya titik kekeringan baru apabila kondisi kemarau berlanjut.
Dampak kekeringan paling terasa di Dukuh Jarum, Desa Kedungjambal. Sekitar 250 KK di delapan RT bergantung pada pasokan air bantuan setelah sumur warga mulai surut sejak Juni 2026.
Kepala Desa Kedungjambal, Suminto, mengatakan kekeringan menjadi persoalan berulang selama empat tahun terakhir.
“Sumur warga ada yang kedalamannya 50, 60 hingga 90 meter, tetapi debit airnya susut drastis. Saat ini hanya ada satu sumur dalam yang masih bertahan untuk menyuplai bak penampungan,” ujarnya.
Warga terpaksa membeli air isi ulang dan air galon yang didatangkan dari kawasan pegunungan Lawu untuk kebutuhan minum. Sementara kebutuhan mandi dan mencuci dipenuhi dengan menggunakan sisa air sumur secara bergiliran.
Di tengah kondisi tersebut, bantuan terus digerakkan lintas sektor. Kali ini Puskesmas Sukoharjo bersama PMI Sukoharjo, BPBD dan Yonif TP 449/SH menyalurkan bantuan air bersih ke Dukuh Jarum.
Sebanyak 10 tangki air bersih telah disiapkan Puskesmas Sukoharjo. Tiga tangki diantaranya disalurkan pada tahap awal di Kedungjambal, sedangkan sisanya dikirim secara bertahap sesuai kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.
"Kami juga menyiapkan alokasi 40 hingga 50 tangki air bersih selama musim kemarau untuk membantu wilayah terdampak," kata Kepala Puskesmas Sukoharjo yang juga Ketua PMI Sukoharjo, dr Kunari Mahanani.
Namun, bantuan tangki air bersih dinilai hanya menjadi solusi sementara. Pemerintah Desa Kedungjambal kini mengajukan pembangunan sumur bor dalam permanen agar warga tidak terus bergantung pada distribusi air setiap musim kemarau.
Editor : Joko Piroso