Kemarau Jadi Berkah, Petani Tembakau Blora Raup Potensi Untung Rp70 Juta
Rusiyono mengatakan penggunaan pupuk kimia dalam budidaya tembakau tidak terlalu banyak. Perawatan tanaman lebih banyak dilakukan dengan memastikan kebutuhan air tetap terpenuhi.
Bersama anggota keluarganya, dia rutin menyiram tanaman menjelang sore. Penyiraman dilakukan untuk menjaga tanaman tetap tumbuh baik, terutama ketika kondisi cuaca panas dan tanah mulai mengering.
Tanaman tembakau tersebut nantinya dipanen secara bertahap. Hasil panen kemudian akan dijual dan disetorkan kepada salah satu perusahaan swasta di Kabupaten Rembang.
Bagi Rusiyono, tembakau menjadi salah satu komoditas yang cukup menjanjikan untuk mengisi lahan pertanian selama musim kemarau. Selain masa tanam sekitar 80 hari, tanaman tersebut dapat dipanen beberapa kali dalam satu musim.
Kondisi itu membuat musim kemarau tidak selalu menjadi ancaman bagi petani. Bagi petani tembakau, cuaca panas dan minim hujan justru dapat menjadi peluang untuk meningkatkan hasil produksi dan pendapatan.
Para petani berharap kualitas daun tembakau tahun ini tetap terjaga hingga masa panen. Mereka juga berharap harga jual yang diterima mampu memberikan keuntungan sesuai dengan biaya dan tenaga yang telah dikeluarkan selama proses budidaya.
Editor : Joko Piroso