Mahasiswa Univet Bantara Sukoharjo Demo, Desak Rektor Transparan soal Dana KKN
Mahasiswa semester VII Program Studi Teknologi Pendidikan itu juga menyoroti ketimpangan fasilitas pembelajaran di lingkungan kampus. Ia menilai sarana pendukung kegiatan belajar mengajar belum merata di setiap gedung.
"Ruang kelas masih kurang memadai, pendingin ruangan (AC) tidak dingin, dan koneksi Wi-Fi sering mengalami kendala atau lag. Di beberapa gedung fasilitasnya sudah pantas, tetapi di gedung lain masih sangat kurang," katanya.
Selain fasilitas, Rifais mempertanyakan capaian target serta evaluasi kinerja rektor. Menurut dia, manajemen kampus dinilai lebih banyak mengedepankan branding ke luar dibandingkan memastikan kenyamanan dan pemenuhan kebutuhan dasar mahasiswa di dalam kampus.
Aspirasi tersebut kemudian direspons langsung jajaran rektorat melalui dialog bersama Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum. Rektor menyatakan pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan mahasiswa.
Farida mengatakan aksi tersebut melibatkan jajaran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang baru sehingga pola komunikasi antara mahasiswa dan pimpinan kampus masih perlu dibangun.
"Ini jajaran BEM baru, jadi mungkin belum terbiasa dengan pola komunikasi yang ada. Kalau BEM sebelumnya biasa bersurat atau mengajukan audiensi resmi. Namun kami maklumi dan tetap memberikan penjelasan secara persuasif," ujarnya.
Terkait keluhan fasilitas fisik kampus dan pencairan beasiswa, Farida menjelaskan kewenangan pengelolaan anggaran sarana-prasarana dan beasiswa berada pada yayasan. Sementara itu, rektorat memiliki fokus utama pada urusan akademik.
"Untuk pengelolaan anggaran sarana-prasarana dan beasiswa itu domainnya ada di yayasan. Kami dari rektorat akan mengawal dan meneruskan aspirasi ini dengan bersurat ke pihak yayasan," jelasnya.
Editor : Joko Piroso