Siswi Sekolah Rakyat Sragen Meninggal Usai Dirawat, Desa Minta Layanan Kesehatan Asrama Dievaluasi
Desa Tegaskan Bukan Akibat Kekerasan
Kepala Desa Kedawung, Riki Antono, menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, tidak terdapat unsur perpeloncoan maupun kekerasan fisik terhadap siswi selama berada di asrama Sekolah Rakyat.
“Bukan (akibat kekerasan). Sakitnya memang sudah lama,” ujar Riki.
Riki menyebut siswi tersebut memiliki riwayat hipertiroid sebelum masuk Sekolah Rakyat. Menurutnya, saat masih mengikuti kegiatan di Balai Latihan Kerja (BLK), siswi tersebut juga disebut pernah menjalani perawatan di rumah sakit.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut semestinya mendapat pemantauan dan pengobatan secara rutin. Riki menyebut siswi tersebut diduga sempat tidak melanjutkan konsumsi obat.
Sebelum menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, siswi tersebut sempat mengalami demam, batuk, dan pilek saat berada di asrama. Ia kemudian meminta izin untuk berobat dan pulang bersama keluarga.
“Di Puskesmas Sukodono sempat kejang, lalu dirujuk ke RSUD Sragen. Setelah mendapat perawatan di RSUD, almarhumah kejang lagi dan meninggal dunia,” jelas Riki.
Keterangan mengenai riwayat penyakit dan kondisi medis tersebut merupakan informasi dari pihak keluarga dan pemerintah desa. Penyebab medis kematian tetap menjadi kewenangan tenaga kesehatan berdasarkan pemeriksaan dan catatan medis.
Editor: Joko Piroso