50 Personel Polri Siap Misi Perdamaian PBB, Pembaretan Peacekeeper Digelar di Bantul
BANTUL, iNewsSragen.id – Sebanyak 150 personel Polri peserta FPU 8 MINUSCA menjalani pembaretan dan penyematan Brevet Peacekeeper di Gumuk Pasir Bantul, Jumat (11/9/2026).
Upacara yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin Kadivhubinter Polri Brigjen Pol Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H. sebagai inspektur upacara. Kegiatan menjadi bagian dari rangkaian persiapan personel sebelum menjalankan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah.
Sejumlah pejabat Polri dan unsur Forkopimda hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, Kasatgas FPU 8 MINUSCA Kombes Pol Alex FL. Tobing, Dansat Brimob Polda DIY Kombes Pol Gunawan Tri Laksono, serta Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.
Kontingen yang mengikuti Pre-Deployment Training terdiri dari 150 personel, yakni 26 polisi wanita dan 124 polisi laki-laki. Mereka berasal dari satuan kerja Mabes Polri maupun jajaran kewilayahan.
Selain itu, kegiatan diikuti 19 peserta 4th Training of Trainer (ToT) FPU Course. Sebanyak 17 peserta merupakan polisi asing dari Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Nepal, Tiongkok, Timor Leste dan Vietnam. Dua peserta lainnya berasal dari Polres Magelang dan Gegana Korps Brimob.
Kehadiran peserta dari sejumlah negara memberikan nuansa internasional dalam rangkaian kegiatan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain meningkatkan kapasitas personel untuk mendukung misi pemeliharaan perdamaian PBB, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat kerja sama kepolisian antarnegara.
Dapat Pembaretan dan Brevet Peacekeeper
Dalam prosesi utama, perwakilan peserta menerima pemasangan baret dari Inspektur Upacara. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemasangan baret kepada peserta oleh pejabat utama Divhubinter Polri dan tamu undangan.
Setelah itu, personel Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas FPU 8 MINUSCA menerima penyematan Brevet Peacekeeper Polri. Prosesi dilanjutkan dengan penghormatan Peacekeepers Polri kepada para instruktur.
Dalam amanatnya, Brigjen Pol Untung Widyatmoko mengapresiasi perjuangan peserta yang telah menjalani persiapan selama kurang lebih enam bulan.
Persiapan tersebut mencakup latihan fisik, taktis, kemampuan bahasa serta berbagai pembekalan lain yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas internasional.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Jalan Juang yang ditempuh peserta selama empat hari dengan jarak puluhan kilometer, baik pada siang maupun malam hari.
“You overcame all challenges!” ujar Untung, menggambarkan keberhasilan peserta melewati berbagai tantangan selama menjalani latihan.
Menurutnya, pengalaman selama pembekalan menjadi gambaran tantangan yang mungkin dihadapi personel ketika berada di daerah misi. Ketahanan fisik dan mental, disiplin, kerja sama, kemampuan mengambil keputusan serta profesionalisme menjadi modal penting bagi para peacekeeper.
Untung menegaskan, keikutsertaan Polri dalam misi perdamaian dunia merupakan bagian dari amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Ia menyebut Indonesia menjadi salah satu negara kontributor dalam penugasan peacekeeper polisi dan militer pada misi PBB. Sejak 1989, Polri telah menugaskan personel dalam berbagai misi pemeliharaan perdamaian, termasuk melalui FPU dan Individual Police Officer (IPO).
Pesan untuk Jaga Nama Baik Indonesia
Kepada para personel, Untung berpesan agar mereka menjaga integritas, mematuhi mandat PBB, menjunjung disiplin serta menjaga nama baik Indonesia dan Polri selama bertugas di luar negeri.
“Keberhasilan misi tidak hanya diukur dari kemampuan operasional, tetapi juga dari integritas dan kemampuan menjadi representasi Indonesia yang baik,” tegasnya.
Para peacekeeper nantinya akan bekerja dalam lingkungan multinasional bersama personel dari berbagai negara dan latar belakang budaya. Karena itu, sikap profesional, dewasa, toleran serta kemampuan membangun kerja sama tim dinilai penting.
Kepada peserta polisi asing yang mengikuti 4th ToT FPU Course, Untung juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan negara peserta kepada Polri sebagai mitra dalam peningkatan kemampuan personel di bidang peacekeeping.
“Baret dan brevet ini bukan sekadar simbol, tetapi merupakan pengakuan atas perjuangan, kesiapan menghadapi tugas dan tanggung jawab sebagai peacekeeper,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan FPU 8 MINUSCA berlangsung pada 6-11 September 2026 di wilayah Kabupaten Bantul dan Gunungkidul.
Selain kegiatan pembekalan, rangkaian agenda juga diisi interaksi lintas budaya, pengenalan destinasi wisata serta kegiatan sosial. Kawasan Parangtritis dan Gumuk Pasir menjadi salah satu lokasi yang diperkenalkan kepada peserta, khususnya peserta mancanegara.
Peserta juga mengikuti kegiatan bersih-bersih pantai sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan nilai sosial dan kepedulian masyarakat Indonesia kepada peserta internasional.
Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan Bagdamkeman Romisinter Divhubinter Polri, instruktur nonorganik serta fasilitator dari Polda DIY, termasuk Satbrimobda, Biddokkes, Bid TIK, Yanma, Polres Bantul dan Polres Gunungkidul.
Editor: Joko Piroso