Orang Tua Ungkap Kronologi Dugaan Pencubitan ABK di Sragen, Mediasi Berakhir Buntu
Menurut AP, keluarga pada tahap awal tidak mengutamakan tuntutan materi. Keluarga lebih menekankan adanya sikap bertanggung jawab serta upaya untuk mengembalikan rasa aman anak.
Salah satu usulan yang disampaikan dalam mediasi internal, kata AP, adalah guru pendamping menjalani observasi atau pendekatan kembali selama satu minggu.
Langkah tersebut diharapkan dapat membangun kembali kenyamanan dan hubungan antara guru pendamping dengan siswa.
"Kami minta ada observasi selama satu minggu untuk pendekatan lagi. Biar timbul rasa aman dan anak tidak takut," katanya.
Namun, AP menyebut saat pihak sekolah kembali menghubungi guru pendamping, yang bersangkutan disebut masih mempertimbangkan pelaksanaan observasi tersebut.
Menurut AP, kondisi tersebut kemudian membuat upaya mediasi internal tidak berlanjut.
Persoalan kemudian berlanjut hingga mediasi yang difasilitasi Satreskrim Polres Sragen. Pertemuan tersebut juga tidak menghasilkan kesepakatan.
AP mengatakan keluarga tetap meminta adanya pertanggungjawaban yang jelas atas dugaan tindakan terhadap anaknya.
Di sisi lain, guru pendamping melalui kuasa hukumnya sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf dan berharap persoalan dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
Perbedaan sikap tersebut membuat proses mediasi belum menemukan titik temu.
Editor: Joko Piroso