Kasus Dugaan Pencubitan ABK di Sragen Berlanjut, Guru Pendamping Ungkap Beban Keluarga
SRAGEN, iNewsSragen.id - Kasus dugaan pencubitan terhadap siswa anak berkebutuhan khusus (ABK) yang melibatkan guru pendamping di SD Al Azhar Sragen terus bergulir. Guru pendamping berinisial ANA kini menghadapi proses hukum setelah orang tua siswa melaporkan dugaan tindakan tersebut kepada kepolisian.
Di tengah proses tersebut, ANA mengungkap kondisi keluarganya. Perempuan muda itu merupakan anak sulung dari tiga bersaudara dan menjadi salah satu sumber utama penghasilan keluarganya setelah ayahnya meninggal dunia.
Ayah ANA diketahui merupakan mantan guru sekolah luar biasa (SLB). Kini, ibunya menjalankan usaha berjualan gas skala kecil, sementara dua adiknya masih menempuh pendidikan.
"Saya anak pertama dari tiga bersaudara. Adik kedua kuliah di UIN Salatiga dan yang bungsu masih duduk di kelas 2 MAN. Sumber pendapatan keluarga saat ini ya dari saya mengajar dan sisa pensiun almarhum Bapak," tutur ANA saat ditemui, Rabu (30/9/2026).
Kasus tersebut bermula dari insiden di dalam kelas saat ANA mendampingi siswa N. Berdasarkan keterangannya, ANA bermaksud mendisiplinkan siswa agar menyelesaikan makanannya.
Dalam situasi tersebut terjadi tindakan pencubitan yang menurut pihak keluarga siswa meninggalkan bekas pada bagian tubuh korban. Peristiwa itu kemudian menjadi dasar laporan kepada kepolisian.
ANA mengakui tindakan tersebut dan menyatakan menyesal. Ia juga mengaku sempat memeriksa kondisi siswa setelah kejadian.
Proses hukum tetap berjalan meski pihak ANA telah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga siswa.
Editor: Joko Piroso