Dugaan Pencubitan ABK di Sragen, DPRD Soroti Kompetensi Shadow Teacher
Ia berpandangan tindakan fisik dalam bentuk apa pun, termasuk pencubitan, perlu dihindari dalam penanganan siswa ABK.
Menurut Evi, karakteristik dan kebutuhan siswa ABK membutuhkan pendekatan yang berbeda. Karena itu, guru pendamping perlu memahami cara menghadapi kondisi seperti tantrum tanpa menggunakan tindakan fisik.
“Anak umum mungkin bisa mengerti jika diberikan tindakan tegas dalam batas wajar. Tapi untuk anak ABK, hukuman fisik sekecil apa pun justru bisa memicu trauma mendalam dan membuat anak menarik diri,” tegasnya.
Ia menambahkan, guru pendamping idealnya memiliki pemahaman mengenai pedoman pendampingan anak berkebutuhan khusus, termasuk cara menangani siswa ketika mengalami tantrum atau kondisi emosional tertentu.
Evi yang memiliki latar belakang sebagai pendidik mengatakan pengalaman dan pemahaman psikologis menjadi bagian penting dalam proses pendampingan siswa ABK.
Menurut dia, pendamping tidak hanya dituntut memahami aspek akademik, tetapi juga perlu mengetahui karakter, kebutuhan, serta cara berkomunikasi dengan anak yang didampingi.
Editor: Joko Piroso