Motor Tersangkut Kabel WiFi di Sumberlawang Sragen, Penjahit Patah Tulang
SRAGEN, iNewsSragen.id – Sumiatun (41), penjahit asal Tanon, Sragen, mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor di Jalan Tanon-Sumberlawang, Selasa (29/9/2026) siang.
Motor Honda Beat yang dikendarainya diduga tersangkut kabel jaringan internet yang menjuntai rendah di kawasan Dukuh Ploso, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang. Akibat kejadian tersebut, Sumiatun mengalami cedera serius pada kaki kanan dan harus menjalani perawatan serta operasi di RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta.
Sumiatun mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, ia mengendarai sepeda motor dari arah timur menuju barat untuk menjemput anaknya pulang sekolah di SMPN 2 Sumberlawang.
Saat melintas di lokasi kejadian, Sumiatun mengaku tidak melihat adanya kabel jaringan berukuran kecil yang melintang hingga ke bagian tengah jalan.
“Waktu itu sekitar jam satu siang saya lewat, ternyata ada kabel seperti menjuntai rendah. Ukurannya agak kecil, jadi tidak begitu kelihatan. Tiba-tiba kabel tersangkut di motor,” kata Sumiatun saat ditemui di ruang perawatan RS Ortopedi, Kamis (1/10/2026).
Kabel yang tersangkut membuat sepeda motor yang dikendarainya tiba-tiba tertahan. Sumiatun kemudian terjatuh dan terseret beberapa meter di jalan.
Ia mengalami patah tulang serius pada kaki kanan. Kondisinya membuat Sumiatun harus menjalani penanganan medis secara intensif, termasuk tindakan operasi.
“Saya dari arah timur ke barat, sedangkan saya terlempar ke arah barat. Kaki kanan saya patah remuk. Setelah itu saya sudah tidak ingat lagi,” tuturnya.
Menurut Sumiatun, kondisi kabel jaringan internet di sekitar wilayah Karangtalun dan sekitarnya selama ini menjadi perhatian warga. Ia mengaku pernah mendengar keluhan mengenai kabel yang menjuntai dan dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Keluarga Sumiatun kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Mereka berharap keberadaan kabel yang diduga menjadi penyebab kecelakaan dapat ditelusuri, termasuk pihak yang memasang atau mengelolanya.
Kakak korban, Wagimin (54), mengatakan keluarga juga berharap ada pertanggungjawaban terkait biaya pengobatan Sumiatun. Menurutnya, cedera yang dialami adiknya cukup serius dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Lukanya parah sekali, tulangnya sampai remuk dan penanganan operasinya tidak cukup hanya sekali,” ujar Wagimin.
Wagimin mengaku keluarga memperoleh informasi bahwa petugas dari penyedia layanan internet sempat datang ke lokasi setelah kabel tersebut putus. Namun, menurut dia, hingga Kamis (1/10/2026), belum ada perwakilan penyedia layanan internet yang datang menemui keluarga untuk membahas kondisi Sumiatun.
Keluarga juga membantah informasi yang beredar di lingkungan warga bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara damai dan dilaporkan ke kepolisian.
“Itu bohong. Sampai sekarang tidak ada itikad baik atau perwakilan dari pihak penyedia WiFi yang datang menjenguk atau menanyakan kondisi adik saya,” kata Wagimin.
Keluarga saat ini masih menunggu proses penanganan dari kepolisian. Mereka berharap pihak yang berkaitan dengan kabel tersebut dapat diketahui dan persoalan mengenai biaya pengobatan serta kerugian korban dapat diselesaikan.
Kecelakaan itu juga berdampak terhadap aktivitas Sumiatun sebagai penjahit. Untuk sementara, ia tidak dapat bekerja maupun mengantar dan menjemput anaknya sekolah.
“Saya berharap keberadaan kabel-kabel semrawut ini segera ditertibkan dan diurus oleh pihak terkait. Jangan sampai ada korban lagi. Saat ini fokus saya yang penting bisa sembuh dulu,” ujar Sumiatun.
Wagimin juga meminta Pemkab dan DPRD Sragen memperhatikan penataan jaringan kabel internet di wilayah permukiman maupun ruas jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Menurut dia, kabel jaringan di sejumlah lokasi masih ditemukan terpasang dengan kondisi yang dinilai tidak rapi. Ia berharap penataan jaringan dilakukan dengan memperhatikan standar keselamatan.
“Kami minta tolong DPRD dan pihak berwenang menertibkan jaringan kabel WiFi agar sesuai standar keamanan dan tidak ada lagi korban,” pungkasnya.
Sementara itu, informasi mengenai regulasi dan penataan jaringan penyedia jasa internet di Kabupaten Sragen masih perlu dikonfirmasi kepada instansi serta pihak terkait. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari penyedia layanan internet yang disebut keluarga terkait insiden tersebut.
Editor: Joko Piroso