Jejak Perjuangan Pangeran Mangkubumi di Sragen Ditelusuri, Lebih dari 40 Situs Teridentifikasi
Sementara itu, filolog Bayun Marsiwi menyampaikan bahwa penelusuran sejumlah naskah kuno, antara lain Babad Tanah Jawi, Babad Giyanti, Babad Panambangan, dan Babad Kemalon, mengindikasikan adanya lebih dari 40 hingga 60 titik lokasi yang berkaitan dengan perjalanan Pangeran Mangkubumi pada periode 1746–1755.
Menurut Bayun, lokasi-lokasi tersebut tersebar di 13 kecamatan dan 28 desa di Kabupaten Sragen. Sejumlah tempat yang disebut dalam penelusuran berada di sekitar aliran sungai maupun kawasan yang relatif terpencil.
“Lokasi-lokasi perasingan atau persinggahan tersebut umumnya berada di sepanjang aliran sungai serta daerah yang terisolasi dan sulit dijangkau oleh musuh pada masa perang gerilya,” jelasnya.
Sekretaris pegiat komunitas Pastika Sragen, Tri Rahayu, menekankan pentingnya upaya pelestarian dan penataan lokasi yang memiliki keterkaitan dengan sejarah tersebut. Menurutnya, sebagian lokasi masih berada dalam kondisi alami sehingga memerlukan pendataan dan perhatian lebih lanjut.
Ia mencontohkan kawasan Jekawal dan Ngrancang Kencana yang dinilai perlu mendapat perhatian dalam upaya pelestarian. Pemasangan plakat informasi sejarah dapat menjadi salah satu langkah untuk mengenalkan lokasi tersebut kepada masyarakat.
Editor: Joko Piroso