Dua WNI Terluka akibat Serangan di Riyadh, WNI di Arab Saudi Diminta Waspada
SRAGEN, iNewsSragen.id – Warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi objek vital yang berpotensi menjadi sasaran serangan. Imbauan ini menguat setelah dua WNI mengalami luka ringan akibat serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Minggu (11/10/2026).
Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Idham Badruzaman, Ph.D., mengingatkan eskalasi serangan juga berpotensi mengganggu perjalanan umrah dan persiapan penyelenggaraan haji. Sementara itu, dampaknya terhadap produksi dan pasokan minyak dunia masih belum dapat dipastikan.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi dua WNI mengalami luka ringan dalam insiden di Bandara Internasional King Khalid. Informasi mengenai korban disampaikan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi kepada KBRI Riyadh pada Selasa (13/10/2026).
Kedua korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit di Riyadh dan diperbolehkan pulang pada hari yang sama. Kemlu juga memastikan keduanya bukan jemaah umrah.
Menurut Idham, perwakilan Indonesia di luar negeri telah memiliki protokol perlindungan WNI. Setelah insiden tersebut, KBRI Riyadh menyampaikan imbauan dan panduan keselamatan melalui kanal resminya serta menyebarluaskan kembali nomor layanan darurat.
Ia mengimbau WNI mengikuti arahan otoritas setempat, meningkatkan kewaspadaan, dan menghindari lokasi yang berpotensi menjadi sasaran serangan.
“Setelah peristiwa ini terjadi, protokol perlindungan dijalankan. Di antaranya melalui penyampaian imbauan dan panduan bagi WNI di media sosial perwakilan RI serta penyebarluasan kembali nomor hotline yang dapat dihubungi sewaktu-waktu,” jelas Idham, Kamis (15/10/2026).
Editor: Joko Piroso