Dua WNI Terluka akibat Serangan di Riyadh, WNI di Arab Saudi Diminta Waspada
Serangan terhadap Fasilitas Energi Disorot
Selain keamanan WNI, potensi dampak serangan terhadap sektor energi Arab Saudi turut menjadi perhatian. Pada Selasa malam (13/10/2026), sebuah gedung di kompleks kantor pusat Saudi Aramco di Dhahran dilaporkan menjadi sasaran serangan.
Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan insiden tersebut menyebabkan kebakaran terbatas tanpa korban jiwa maupun luka-luka.
Hingga kini, belum ada informasi resmi yang menunjukkan gangguan terhadap produksi atau ekspor minyak Saudi Aramco. Namun, Idham menilai perkembangan situasi perlu dicermati mengingat posisi perusahaan tersebut sebagai salah satu produsen minyak terbesar dunia.
“Belum dapat dipastikan seberapa besar serangan ini akan mengganggu produksi dan distribusi Aramco. Namun, jika produksinya terganggu, harga minyak dunia dapat meningkat karena belum tentu terdapat pemasok lain yang mampu segera menggantikan pasokan tersebut,” ujar Idham.
Ia menegaskan, potensi kenaikan harga minyak bergantung pada skala gangguan produksi dan distribusi serta kemampuan pemasok lain memenuhi kebutuhan pasar. Karena itu, dampaknya terhadap pasokan energi global, termasuk Indonesia, belum bisa dipastikan.
Editor: Joko Piroso