Karhutla Gambut Bisa Membara di Bawah Tanah, Guru Besar UMY Jelaskan Penyebabnya
Namun, BNPB menjelaskan bahwa tidak seluruh kawasan terbakar merupakan lahan gambut. Kebakaran terluas yang dilaporkan saat itu, yakni 513,89 hektare di Taman Nasional Tanjung Puting, terjadi di lahan mineral.
Gunawan menekankan pencegahan karhutla gambut perlu dilakukan melalui pengelolaan tata air. Salah satu langkah yang dapat diterapkan adalah rewetting atau pembasahan kembali untuk menjaga kelembapan lahan.
Upaya tersebut dapat dilakukan, antara lain, melalui penyekatan kanal agar air tidak terus mengalir keluar dari kawasan gambut. Pengaturan pintu air juga diperlukan untuk menjaga ketinggian muka air tanah sesuai kondisi kawasan.
Selain pembasahan kembali, revegetasi atau penanaman kembali dinilai penting untuk memulihkan fungsi ekologis lahan yang rusak. Pemilihan tanaman perlu disesuaikan dengan karakter ekosistem dan kondisi hidrologis gambut.
Menurut Gunawan, upaya pencegahan harus menjadi prioritas karena pemulihan lahan setelah kebakaran membutuhkan waktu panjang. Kebakaran berulang dapat memperbesar kerusakan dan menyulitkan pemulihan ekosistem.
Gunawan juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pemanfaatan lahan gambut. Menurut dia, aktivitas ekonomi perlu mempertimbangkan kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat sekitar.
“Perlu ada ketegasan dalam pelaksanaan regulasi, terutama terhadap badan atau institusi yang memanfaatkan lahan gambut dengan motivasi ekonomi yang besar,” ujarnya.
Editor: Joko Piroso