Sementara itu Mansyur, keponakan Adi mengatakan, bahwa pamannya langsung dibawa pulang ke kampung halaman begitu keluarga mendengar dia menderita sakit di perantauan.
“Dibawa pulang sekitar tahun 1973. Pada saat pertama, emosinya tidak terkendali. Selain ngoceh sendiri, masih sering mengamuk,“ tegasnya.
Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tidak bisa banyak memberikan perawatan medis. Dan karena kondisi kejiwaannya membuat Adi berbahaya bagi masyarakat, keluarga memutuskan untuk memasungnya, pungkas Mansyur.
Editor : Joko Piroso
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Artikel Terkait
BERITA POPULER
+
News Update
