SRAGEN, iNewsSragen.id - Kerusakan parah jalan kabupaten ruas Tanon–Gading, Kabupaten Sragen, menuai keluhan warga dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Jalan sepanjang lebih dari satu kilometer itu dipenuhi lubang dan membahayakan pengguna jalan hingga dijuluki masyarakat setempat sebagai “Wisata Jeglongan Sewu”.
Warga ramai-ramai mengunggah kondisi jalan yang kerap menyebabkan pengendara terjatuh. Kerusakan tersebut diduga dipicu oleh intensitas kendaraan berat, terutama truk-truk pengangkut material tambang Galian-C yang melintas hampir setiap hari menuju Desa Gading.
Setelah viral, lubang-lubang di ruas jalan tersebut sempat diurug menggunakan material sirtu (pasir dan batu koral). Pengurugan itu diduga dilakukan oleh pihak pemilik tambang. Namun upaya tersebut justru memunculkan persoalan baru. Usai diguyur hujan semalaman, jalan berubah menjadi berlumpur dan licin bak kubangan kerbau. Kondisi ini kembali viral dan memicu kritik lanjutan dari masyarakat.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan jalan Tanon–Gading akan diperbaiki secara permanen. Pemerintah Kabupaten Sragen berdalih masih terdapat sejumlah ruas jalan lain yang kondisinya dinilai lebih parah sehingga harus diprioritaskan terlebih dahulu.
Kepala Desa Gading, Puryanto, membenarkan kerusakan jalan tersebut. Ia menyebut ruas Tanon–Gading merupakan aset Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen.
“Iya, jalan masuk ke Desa Gading sepanjang sekitar satu kilometer itu statusnya jalan kabupaten dan memang rusak,” ujar Puryanto, Selasa (13/1).
Terkait kondisi jalan yang berlumpur, Puryanto menjelaskan hal itu terjadi karena material sirtu terkena hujan. Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut tidak terlalu berbahaya karena struktur dasar jalan berupa beton rigid yang dilapisi hotmix.
“Memang kelihatan becek, tapi bawahnya cor. Itu hanya di bagian lubang yang diurug sirtu,” dalihnya.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
