Puryanto juga menyebut ruas jalan tersebut telah diusulkan untuk diperbaiki melalui bantuan Instruksi Presiden (Inpres) pada tahun 2026.
Sementara itu, Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengaku telah mengetahui kondisi jalan Tanon–Gading jauh sebelum viral di media sosial. Namun, menurutnya, perbaikan harus mempertimbangkan skala prioritas karena banyak jalan rusak lain yang kondisinya lebih berat dan sudah berlangsung bertahun-tahun.
“Di Sragen masih banyak ruas jalan rusak, ada yang lima sampai tujuh tahun belum tertangani dan kondisinya lebih buruk. Ini soal prioritas,” kata Sigit.
Ia menambahkan, tingkat kemantapan jalan di Sragen saat ini baru mencapai sekitar 80–85 persen. Artinya, masih ada sekitar 15–20 persen jalan kabupaten yang kondisinya rusak dan harus diselesaikan secara bertahap.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
