Menurutnya, ikan sapu-sapu tidak hanya memangsa ikan lain, tetapi juga memakan telur ikan lokal di sarangnya. Kondisi tersebut membuat proses perkembangbiakan ikan lokal terganggu sehingga populasinya semakin sulit ditemukan.
Padahal, beberapa tahun lalu Rawa Kalibayem dikenal sebagai salah satu lokasi favorit memancing dan wisata lokal yang ramai dikunjungi masyarakat. Aktivitas tersebut sempat memberikan dampak ekonomi positif bagi warga sekitar yang membuka warung dan usaha kecil di kawasan rawa.
Untuk mengurangi populasi ikan invasif tersebut, DKP DIY menggandeng sejumlah pihak dalam kegiatan gerebek ikan sapu-sapu. Selain melibatkan personel TNI AL dan Polairud, kegiatan ini juga diikuti peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.
Dengan menggunakan perahu karet, jaring, dan jala, petugas menyisir area rawa yang cukup luas untuk menangkap ikan sapu-sapu. Aksi tersebut mendapat perhatian dan dukungan masyarakat sekitar yang antusias menyaksikan proses penangkapan dari pinggir rawa.
Setelah beberapa kali penebaran jala, petugas berhasil mengangkat ratusan ikan sapu-sapu berukuran cukup besar, rata-rata sebesar pergelangan tangan orang dewasa.
Setelah dilakukan pengambilan sampel untuk kepentingan penelitian, ratusan ikan sapu-sapu yang telah mati kemudian dikubur di area sekitar rawa.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
