Selain fokus pada pemulihan korban, Muhammadiyah juga mulai menyiapkan langkah lanjutan berupa renovasi bangunan sekolah yang terdampak. Sedikitnya tiga ruang kelas di MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan direncanakan segera diperbaiki setelah proses penyelidikan dan pemeriksaan dari pihak berwenang selesai.
Langkah evaluasi juga akan dilakukan terhadap kondisi bangunan sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya guna memastikan standar keamanan fasilitas pendidikan tetap terjaga.
“Kejadian ini menjadi perhatian serius agar ke depan kondisi bangunan sekolah bisa lebih aman dan layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” kata Rizki.
Pihak Lazismu juga mengaku terus berkoordinasi dengan keluarga korban, pihak sekolah, hingga pengurus Muhammadiyah di tingkat daerah terkait proses pendampingan dan pembiayaan pengobatan.
Tidak hanya itu, bantuan tambahan juga akan diusulkan ke tingkat provinsi guna mendukung kebutuhan penanganan medis korban yang masih menjalani perawatan.
Diketahui sebelumnya, atap ruang kelas VII di MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan roboh saat pelajaran Bahasa Inggris berlangsung. Dugaan sementara, ambruknya atap dipicu kondisi kayu penyangga bangunan yang sudah lapuk dimakan usia.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
