BLORA, iNewsSragen.id – Suasana tradisi Sedekah Bumi atau yang akrab disebut warga Blora sebagai "gas deso" berlangsung meriah di Lapangan Perumda, Kelurahan Kunden, Kecamatan Blora, Kamis (14/5/2026) sore. Kegiatan tahunan tersebut tak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga menghadirkan hiburan unik yang mengundang gelak tawa warga.
Salah satu kegiatan yang paling menyita perhatian adalah lomba voli kapuk dengan konsep tak biasa. Berbeda dengan pertandingan voli pada umumnya, net dalam pertandingan tersebut ditutup rapat sehingga para pemain tidak dapat melihat posisi lawan maupun arah datangnya bola.
Lomba yang diikuti para bapak-bapak warga RW 04 Perumda itu langsung menjadi pusat perhatian. Tingkah para pemain yang sering salah mengantisipasi arah bola hingga saling terkejut saat bola tiba-tiba datang sukses membuat penonton di sekitar lapangan tertawa.
Suasana penuh canda dan sorak-sorai pun mewarnai jalannya pertandingan. Sesekali pemain tampak kebingungan mencari arah bola, sementara penonton terus memberi dukungan sambil menikmati jalannya perlombaan.
Meski dikemas sebagai hiburan, panitia tetap menerapkan aturan khusus untuk menjaga keselamatan peserta. Dalam pertandingan tersebut, pemain dilarang melakukan smash jungkit maupun servis atas agar permainan tetap aman dan berjalan seru.
Ketua RW 04 Perumda, Sugiyanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi sedekah bumi yang rutin digelar warga sebagai bentuk rasa syukur atas kesehatan, keselamatan, serta rezeki yang diterima masyarakat.
"Ini wujud rasa syukur masyarakat sekaligus nguri-uri budaya lokal," ujarnya.
Menurutnya, tradisi sedekah bumi selama ini dilakukan dengan membawa berbagai makanan dari rumah untuk dikumpulkan dan disantap bersama warga. Kegiatan makan bersama itu menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat.
Namun tahun ini, panitia sengaja menambahkan berbagai hiburan agar suasana lebih semarak dan mampu menarik partisipasi warga lintas usia.
Selain pertandingan voli unik, panitia juga menyiapkan sejumlah hadiah sederhana bagi peserta. Hadiah yang diberikan di antaranya handuk, sabun cuci, kopi hingga sampo.
Meski sederhana, hadiah tersebut justru menambah antusiasme peserta dalam mengikuti perlombaan.
Salah satu peserta sekaligus juara pertama lomba, Joni, mengaku senang dapat ikut meramaikan acara tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi hiburan tersendiri di tengah aktivitas masyarakat sehari-hari.
"Seru dan bikin happy. Semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi," ujarnya.
Tradisi sedekah bumi di Blora tidak hanya menjadi sarana menjaga warisan budaya lokal, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kekompakan antarwarga melalui kegiatan yang dikemas secara kreatif.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
