Salah satunya berada di Dukuh Glagah, Desa Blangu, Kecamatan Gesi. Berdasarkan cerita babad masyarakat setempat, pohon tersebut pertama kali ditemukan di titik tengah Gunung Gendeng yang diyakini sebagai pusat kehidupan.
Selain itu, pohon Padmonobo juga ditemukan di kawasan Makam Butuh, Kecamatan Plupuh, yang berkaitan dengan jejak sejarah Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya.
Lokasi lainnya berada di kawasan Mojoroto, Kecamatan Sambirejo, tepatnya di area petilasan Ki Ageng Srenggi yang berdekatan dengan bumi perkemahan Ki Ageng Srenggi.
Keberadaan pohon Padmonobo di kawasan-kawasan historis tersebut semakin menguatkan keyakinan masyarakat bahwa tanaman ini sejak dahulu dijadikan penanda kawasan sakral dan tempat suci.
Kapolres Sragen menyebut gerakan konservasi ini memiliki makna lebih luas dibanding sekadar penghijauan lingkungan. Penanaman Padmonobo di lingkungan Mapolres Sragen menjadi simbol bahwa institusi kepolisian juga turut menjaga kelestarian lingkungan, budaya, dan nilai sejarah daerah.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
