Petani Tebu Blora Kecewa, 18 Truk Muatan Tebu Ditumpahkan di Depan Pabrik Gula

Heri Purnomo
Ratusan petani tebu menggelar aksi protes di depan gerbang Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (PG GMM), Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Senin (1/6/2026).Foto:iNews/Heri P

BLORA, iNewsSragen.id - Ratusan petani tebu di Kabupaten Blora kembali menggelar aksi protes di depan gerbang Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (PG GMM), Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Senin (1/6/2026).

Dalam aksi yang disebut sebagai aksi jilid II tersebut, massa membawa 18 truk bermuatan tebu serta puluhan sepeda motor yang mengangkut hasil panen tebu. Sebagian muatan tebu kemudian ditumpahkan di depan pintu masuk pabrik sebagai bentuk protes terhadap belum adanya kepastian penyaluran hasil panen petani.

Selain melakukan aksi simbolis, para petani juga menyampaikan orasi secara bergantian di depan area pabrik gula.

Juru bicara petani tebu, Anton Sudibyo, mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk menagih komitmen Perum Bulog yang sebelumnya menyampaikan akan membantu menyalurkan hasil panen tebu petani Blora ke pabrik gula lain selama proses perbaikan mesin PG GMM berlangsung.

Menurut Anton, hingga saat ini petani belum memperoleh kepastian terkait mekanisme maupun lokasi penyaluran hasil panen mereka. Kondisi tersebut membuat banyak petani khawatir karena tebu yang tidak segera digiling berpotensi mengalami penurunan kualitas.

“Kami hanya menagih janji yang pernah disampaikan kepada petani. Jika tuntutan ini tidak mendapat respons, kami siap menggelar aksi dengan massa yang lebih besar,” ujar Anton di sela aksi.

Ia menyebut aksi tersebut dilakukan secara mandiri oleh para petani sebagai bentuk kekecewaan terhadap belum adanya solusi konkret atas persoalan penumpukan hasil panen tebu.

Menurutnya, setiap truk yang dibawa dalam aksi tersebut memiliki nilai hasil panen sekitar Rp5 juta hingga Rp6 juta.

“Ini murni aksi petani secara swadaya. Kami hanya ingin ada kepastian agar hasil panen petani tidak merugi,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PG GMM, Emilia Mudiyanti, memastikan bahwa Bulog tetap berkomitmen membantu petani tebu di Kabupaten Blora.

Ia menjelaskan, rencana penyaluran tebu ke pabrik gula lain masih dalam tahap evaluasi dan pembahasan di internal manajemen Bulog.

“Komitmen Bulog tetap sama, namun prosesnya masih berjalan. Kami berharap dalam dua minggu ke depan sudah ada kejelasan,” ujar Emilia.

Menurutnya, pihak manajemen terus melakukan koordinasi agar penanganan hasil panen petani dapat segera menemukan solusi terbaik tanpa merugikan petani maupun operasional pabrik.

Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib. Hingga aksi selesai, tidak terjadi bentrokan maupun gangguan keamanan di lokasi.

Persoalan penyaluran hasil panen tebu ini menjadi perhatian para petani di Kabupaten Blora karena berkaitan langsung dengan pendapatan dan keberlangsungan usaha pertanian tebu di tengah musim panen.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network