Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sragen I Yusep Wahyudi mengatakan, tema Kemukus Never Sleep menjadi langkah baru untuk membangun citra Gunung Kemukus sebagai destinasi wisata budaya dan religi.
“Kami ingin menghadirkan cara pandang baru terhadap Gunung Kemukus. Semua pihak diharapkan memiliki semangat yang sama untuk membangun kawasan ini menjadi lebih baik,” ujarnya.
Menurut Yusep, perubahan citra kawasan wisata membutuhkan proses panjang dan harus dilakukan melalui langkah nyata, termasuk menghadirkan tradisi yang berakar pada budaya lokal.
Ia menambahkan, Larap Slambu kini dimaknai sebagai simbol refleksi dan penyucian diri.
“Maknanya bukan mensakralkan sesuatu, tetapi menjadi pengingat agar manusia terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan,” katanya.
Rangkaian Kemukus Never Sleep berlangsung sejak Senin (15/6/2026) malam melalui pengajian dan tirakatan 1 Muharram, kemudian dilanjutkan doa bersama, Sendratari Samudro Nggayuh Kamulyan, Larap Slambu, Bancakan Ageng Kemukus, hingga pagelaran wayang kulit.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sragen berharap Gunung Kemukus semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya dan religi yang edukatif, nyaman, serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
