BANTUL, iNewsSragen.id — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mencatat peningkatan signifikan pada indikator International Research Network dalam pemeringkatan QS World University Rankings (QS WUR) 2027.
Indikator tersebut mengalami kenaikan skor sebesar 92 persen dibandingkan edisi sebelumnya, sekaligus memperbaiki posisi peringkat hingga 42 tingkat.
Wakil Rektor Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan UMY, Prof. Ir. Slamet Riyadi, M.Sc., Ph.D., mengatakan capaian tersebut menunjukkan konsistensi UMY dalam membangun jejaring kolaborasi riset bersama mitra internasional.
“Skor yang paling tinggi naik adalah pada International Research Network. Ini menunjukkan bahwa UMY memiliki jejaring mitra kolaborasi riset yang berkelanjutan di berbagai negara,” ujar Slamet dalam kegiatan syukuran pencapaian tersebut.
Menurutnya, indikator International Research Network dalam QS menilai jumlah negara mitra serta keberlanjutan kerja sama riset yang menghasilkan publikasi bersama.
UMY, lanjut Slamet, membangun jejaring riset secara terstruktur dengan mendorong kolaborasi bersama berbagai institusi luar negeri yang menghasilkan karya ilmiah bersama.
“Kami menargetkan jejaring yang tidak hanya luas, tetapi juga menghasilkan kolaborasi yang aktif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Peningkatan jejaring riset tersebut sejalan dengan pertumbuhan publikasi ilmiah UMY pada periode 2020–2024. Kenaikan jumlah publikasi terjadi di berbagai bidang ilmu.
Bidang Natural Sciences serta Life Sciences & Medicine mencatat pertumbuhan jumlah publikasi tertinggi. Sementara bidang Arts & Humanities menunjukkan peningkatan dampak sitasi yang signifikan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan jumlah publikasi UMY juga diikuti dengan peningkatan kualitas dan pengakuan dari komunitas akademik internasional.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi UMY, Dr. Med. dr. Supriyatiningsih, Sp.OG., M.Kes., mengatakan arah riset UMY tidak hanya berfokus pada jumlah publikasi, tetapi juga dampak yang dihasilkan bagi masyarakat.
Menurutnya, berbagai riset yang dilakukan dosen maupun mahasiswa diarahkan agar selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
“Riset tidak hanya mengejar publikasi, tetapi bagaimana hasil penelitian dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Supriyatiningsih.
Ia menjelaskan, UMY juga akan memperkuat pembentukan tim riset yang secara khusus mengembangkan penelitian berbasis isu-isu strategis sesuai dengan target SDGs.
Selain riset, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan civitas akademika juga menjadi bagian penting dalam mendukung kontribusi universitas pada indikator pemeringkatan internasional.
Dalam QS WUR 2027, UMY menempati peringkat 1.201–1.400 dunia. Dari 8.808 institusi yang dievaluasi, hanya 1.504 perguruan tinggi yang masuk dalam daftar pemeringkatan tersebut.
Di tingkat nasional, UMY tercatat sebagai perguruan tinggi Islam terbaik di Indonesia serta menjadi salah satu perguruan tinggi swasta dengan posisi terbaik secara nasional.
Capaian ini menjadi dorongan bagi UMY untuk terus memperluas kolaborasi akademik global, memperkuat riset, serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
