SRAGEN, iNewsSragen.id – Komisi III DPRD Sragen menggelar sidak ke PG Mojo setelah menerima keluhan warga terkait debu penggilingan tebu dan dugaan bau limbah.
Sidak dilakukan sebagai upaya mencari solusi atas persoalan lingkungan yang dinilai mulai mengganggu kenyamanan warga di sekitar kawasan pabrik. Dalam kunjungan tersebut, DPRD berdialog dengan manajemen PG Mojo sekaligus meninjau langsung proses produksi.
Ketua Komisi III DPRD Sragen, Sugiarto, mengatakan hasil pengecekan menunjukkan peningkatan emisi debu berkaitan dengan naiknya kapasitas produksi pabrik yang beroperasi di atas kapasitas ideal.
"Dari hasil cek lapangan, kapasitas produksi memang meningkat melebihi kapasitas sebelumnya. Kondisi ini menyebabkan emisi debu yang dihasilkan juga bertambah," ujar Sugiarto, Jumat (24/7/2026).
Meski demikian, menurutnya, manajemen PG Mojo telah melakukan sejumlah langkah pengendalian, di antaranya penyemprotan air (water spray) untuk mengurangi sebaran debu.
Ia menegaskan keberadaan PG Mojo memiliki peran penting sebagai industri yang menampung hasil panen tebu petani. Namun, operasional pabrik juga harus tetap memperhatikan kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Produksi Naik, Target Swasembada Gula
Anggota Komisi III DPRD Sragen, Muhammad Haris Effendi, menjelaskan peningkatan kapasitas giling dipicu melimpahnya pasokan tebu dari wilayah Soloraya dan sekitarnya, seiring upaya mendukung program swasembada gula nasional.
Menurutnya, apabila kapasitas giling dikurangi atau jadwal panen ditunda, petani berpotensi mengalami kerugian karena kualitas tebu dapat menurun.
"Situasi ini membutuhkan pemahaman bersama. Manajemen sudah mengoperasikan alat penyaring yang ada, namun efektivitasnya masih perlu ditingkatkan," katanya.
Sebagai solusi jangka panjang, PG Mojo berencana menambah satu unit Electrostatic Precipitator (ESP) pada musim giling mendatang.
"Tahun ini sudah disiapkan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk penambahan satu unit penyaring emisi. Harapannya, dengan tiga unit penyaring, emisi debu dapat ditekan lebih optimal," tambah Haris.
Manajemen PG Mojo: Filter Berfungsi, Beban Produksi Meningkat
Direktur Utama PG Mojo, Roh Sudianto, membenarkan adanya peningkatan kapasitas produksi pada musim giling tahun ini.
Menurutnya, kapasitas giling yang sebelumnya sekitar 2.400 Tons Cane per Day (TCD) ditingkatkan menjadi sekitar 3.000–3.200 TCD per hari guna mendukung penugasan swasembada gula sekaligus mengakomodasi hasil panen petani.
"Kenaikan kapasitas sekitar 600 sampai 700 TCD membuat beban boiler meningkat sehingga aliran abu yang keluar juga lebih besar dibanding sebelumnya," jelas Roh.
Ia menambahkan, alat penyaring emisi yang digunakan saat ini memiliki tingkat efisiensi tinggi. Namun peningkatan volume produksi membuat masyarakat lebih merasakan dampak emisi yang keluar.
Terkait rencana penambahan satu unit ESP, investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar, meski nilai tersebut masih menyesuaikan perkembangan harga dan kondisi ekonomi.
Komisi III DPRD Sragen meninjau operasional PG Mojo saat melakukan inspeksi mendadak menyusul keluhan warga terkait sebaran debu dan dugaan bau limbah pada musim giling 2026.Foto:iNews/Joko P
Tanggapi Keluhan Bau Limbah
Selain persoalan debu, manajemen juga menanggapi keluhan warga mengenai dugaan bau limbah cair.
Roh menegaskan hasil audit dan uji laboratorium dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi menunjukkan air limbah yang dilepas pabrik telah memenuhi baku mutu lingkungan.
Ia menjelaskan saluran air di sekitar kawasan pabrik juga menerima aliran dari limbah domestik permukiman maupun usaha di sekitar lokasi sehingga kondisi tersebut perlu dilihat secara menyeluruh.
"Pada prinsipnya kami dapat menerapkan sistem zero discharge. Namun karena ada kebutuhan air untuk irigasi di sejumlah wilayah, air dari kolam penampungan dilepas sesuai mekanisme yang berlaku," ujarnya.
Komisi III DPRD Sragen berharap upaya peningkatan fasilitas pengendalian emisi dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas produksi tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas lingkungan maupun kenyamanan masyarakat sekitar.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
