BLORA, iNewsSragen.id – Usaha budidaya bebek petelur yang dikelola BUMDes Dargo Mulya di Blora mulai membuahkan hasil dengan laba Rp6,5 juta. Melalui usaha budidaya bebek petelur, BUMDes tersebut berhasil membukukan keuntungan bersih sebesar Rp6,5 juta sekaligus memperluas skala usahanya.
Ketua BUMDes Dargo Mulya, Abdul Ghoni, mengatakan usaha ternak bebek petelur itu awalnya hanya memelihara sekitar 300 ekor bebek. Seiring meningkatnya produksi dan permintaan pasar, jumlah ternak kini bertambah menjadi 600 ekor disertai perluasan kandang.
"Pada triwulan pertama kami memperoleh keuntungan sekitar Rp2,5 juta. Memasuki triwulan kedua, keuntungan meningkat menjadi Rp4 juta, sehingga total keuntungan yang telah terkumpul mencapai Rp6,5 juta," ujar Ghoni.
Ia menjelaskan, nilai tersebut merupakan laba bersih setelah dikurangi seluruh biaya operasional, mulai dari pakan, perawatan ternak, hingga upah penjaga kandang.
Menurutnya, penambahan populasi bebek dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat sekaligus memperbesar potensi pendapatan BUMDes sebagai salah satu sumber pendapatan desa.
Perangkat Desa Gondang, Joko Slamet, mengatakan pemerintah desa terus memberikan dukungan terhadap pengembangan unit usaha yang dijalankan BUMDes agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Keberadaan BUMDes ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian desa sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui penyediaan telur bebek hasil produksi lokal," katanya.
Untuk menjaga kenyamanan warga, kandang ternak dibangun di lokasi yang jauh dari kawasan permukiman sehingga aktivitas peternakan tidak menimbulkan gangguan akibat bau maupun limbah.
Pemerintah Desa Gondang berharap usaha budidaya bebek petelur tersebut terus berkembang, mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), sekaligus menjadi contoh pengelolaan BUMDes yang produktif dan berkelanjutan di Kabupaten Blora.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
