Ketua Tim PPK Ormawa UKM PRISMA UMS, Rengga Prayoga, mengatakan penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
"Kami berharap kolaborasi dengan Pemkab Sukoharjo, Dinas Kesehatan, dan DPPKBP3A dapat memperkuat dampak dan keberlanjutan program ini," ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Menurut Rengga, program tidak hanya berfokus pada edukasi gizi, tetapi juga mencakup Kelas Ibu Atasi Diare (KIAD), penyediaan sarana cuci tangan melalui program SEKAKI, gerakan gotong royong RINDANG, sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta penguatan peran ayah dalam pencegahan stunting.
Dosen pendamping PPK Ormawa UKM PRISMA UMS, Muhammad Al Fatih Hendrawan, menilai dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting agar program pemberdayaan masyarakat dapat terus berjalan setelah pendanaan selesai.
Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Sukoharjo, Sumini, menyatakan program mahasiswa UMS selaras dengan upaya pemerintah daerah yang selama ini dilakukan melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK). Saat ini Kabupaten Sukoharjo memiliki sekitar 2.100 anggota TPK yang mendampingi keluarga di seluruh desa.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
