SRAGEN, iNewsSragen.id – Polres Sragen menggelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla dan Kebakaran Permukiman untuk memperkuat antisipasi kebakaran selama musim kemarau.
Apel tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kesiapsiagaan personel, serta memastikan respons cepat dalam menghadapi potensi kebakaran di wilayah Kabupaten Sragen.
Kegiatan dipimpin Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari bersama Wakil Bupati Sragen H. Suroto. Hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Sragen, jajaran Forkopimda, serta perwakilan instansi terkait, di antaranya BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Badan Kesbangpol, PT JSN, BKPH Tangen, TNI, dan unsur pendukung lainnya.
Apel juga diikuti seluruh personel Polres Sragen dengan total kekuatan mencapai 479 personel.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengatakan, sebelum pelaksanaan apel pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama BPBD Kabupaten Sragen dan instansi terkait untuk menyusun mekanisme penanganan kebakaran secara terpadu melalui standar operasional prosedur (SOP).
"Kami telah memiliki SOP dan mekanisme penanganan bersama. Apabila terjadi kebakaran, seluruh unsur dapat bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pemadaman secara terpadu," ujar AKBP Dewiana.
Kapolres mengingatkan masyarakat, khususnya pemilik lahan pertanian maupun perkebunan tebu, agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran yang meluas.
Apabila pembakaran lahan memang diperlukan, masyarakat diminta berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah desa maupun aparat keamanan agar pelaksanaannya dapat diawasi dan dimitigasi dengan baik.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu berkoordinasi dengan aparat setempat apabila akan melakukan pembakaran lahan. Semua harus direncanakan dengan baik agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan," tegasnya.
Dalam mendukung kesiapsiagaan, Polres Sragen mengoptimalkan sinergi lintas sektor. Selain tiga unit mobil pemadam kebakaran dan armada tangki air milik BPBD Kabupaten Sragen, dukungan juga datang dari Yonif 408/Suhbrastha yang menyiagakan satu unit mobil pemadam kebakaran tipe water tank serta Kodim 0725/Sragen dengan satu unit armada pendukung.
Menurut Kapolres, kolaborasi tersebut menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.
"Meskipun sarana prasarana di Polres masih terbatas, kami mendapat dukungan penuh dari Damkar, BPBD, Yonif 408, dan Kodim 0725/Sragen. Sinergi ini menjadi modal penting dalam mempercepat penanganan kebakaran di Kabupaten Sragen," jelasnya.
Selain kesiapan personel dan peralatan, Polres Sragen juga mengedepankan langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat.
Peran Bhabinkamtibmas akan dioptimalkan untuk memberikan sosialisasi mengenai bahaya karhutla dan kebakaran permukiman. Edukasi juga dilakukan melalui pemerintah desa serta media sosial agar masyarakat semakin memahami pentingnya upaya pencegahan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, serta seluruh elemen masyarakat, diharapkan potensi kebakaran selama musim kemarau dapat ditekan sehingga keselamatan warga dan lingkungan di Kabupaten Sragen tetap terjaga.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
