BLORA, iNewsSragen.id – Musim kemarau tahun ini membawa angin segar bagi petani tembakau di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Cuaca panas dengan curah hujan yang minim dinilai mendukung pertumbuhan tanaman dan menghasilkan daun tembakau berkualitas.
Kondisi tersebut dirasakan petani di Desa Gedangdowo, Kecamatan Jepon. Mereka menilai tanaman tembakau lebih cocok dibudidayakan saat kondisi tanah relatif kering dibandingkan sejumlah komoditas lain.
Salah seorang petani, Rusiyono, mengatakan tembakau menjadi pilihan setiap musim kemarau karena perawatannya relatif mudah dan memiliki masa tanam yang cukup singkat.
Tahun ini, Rusiyono menanam tembakau di lahan persawahan seluas sekitar 1,5 hektare. Dari lahan tersebut, dia memperkirakan bisa memperoleh keuntungan hingga hampir Rp70 juta.
"Kalau tembakau ini perawatannya relatif mudah. Dari mulai tanam sampai panen sekitar 80 hari. Dalam satu kali tanam juga bisa dipanen sampai empat kali," ujar Rusiyono.
Menurutnya, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting dalam budidaya tembakau. Tanaman membutuhkan kondisi lahan yang tidak terlalu basah sehingga kemarau justru memberikan kondisi yang mendukung pertumbuhan.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
