Jelang TEI 2026: Wamendag Tinjau Pabrik Mebel Rotan di Sukoharjo, Bidik Pasar Ekspor

Nanang SN
Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau pabrik mebel rotan Trangsan, Gatak, Sukoharjo.Foto: iNews/ Nanang SN

SUKOHARJO,iNewsSragen.idWamendag Dyah Roro Esti meninjau sentra mebel rotan Trangsan, Sukoharjo, untuk mendorong produk lokal menembus pasar ekspor melalui TEI 2026.

Didampingi Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, Dyah meninjau langsung proses produksi mebel rotan di Reka Design Furniture, Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Jumat (4/9/2026).

Kunjungan tersebut diarahkan untuk melihat kesiapan produk rotan lokal sebelum dibawa ke Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Pemerintah menargetkan ajang tersebut menjadi pintu masuk produk mebel rotan Trangsan bertemu buyers mancanegara sekaligus memperluas pasar ekspor.

Dyah menilai industri rotan Trangsan memiliki daya ungkit ekonomi besar. Selain melibatkan sekitar 200 UMKM, sentra tersebut menyerap ribuan pengrajin dan produknya telah dipasarkan ke sejumlah negara, termasuk Belanda dan kawasan Eropa.

“Rotan Indonesia sudah semakin mendunia dan menjadi trademark yang harus kita pertahankan,” kata Dyah.

Menurutnya, Kementerian Perdagangan akan mendorong transaksi ekspor melalui business matching dan pitching dengan perwakilan perdagangan dari 33 negara dalam TEI 2026.

“Melalui ajang Trade Expo Indonesia, kita akan memfasilitasi business matching dan pitching bersama perwakilan perdagangan dari 33 negara agar transaksi ekspor meningkat dibanding tahun lalu,” ujarnya.

Di sisi lain, Dyah menyoroti persoalan ketersediaan bahan baku rotan yang masih menjadi tantangan bagi industri. Ia mendorong kolaborasi lintas daerah melalui prinsip Indonesia Incorporated agar pasokan bahan baku tetap terjaga dan produksi tidak terganggu.

Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo menyambut positif dukungan Kementerian Perdagangan terhadap pelaku UMKM daerah. Menurutnya, kesempatan tampil dalam TEI dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk rotan Trangsan.

Pemkab Sukoharjo, kata Sapto, akan terus mendampingi Trangsan sebagai Desa Wisata sekaligus Desa Devisa agar potensi ekspor dan pasar domestik dapat dikembangkan secara optimal.

Selain pasar, Pemkab Sukoharjo juga menaruh perhatian pada keberlanjutan industri rotan, terutama regenerasi pengrajin.

“Kami juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan regenerasi pengrajin. Masukan terkait penyesuaian kurikulum pendidikan kriya akan kami pertimbangkan agar keterampilannya tidak punah dan industri rotan ini tetap lestari,” ujar Sapto.

2026 merupakan penyelenggaraan ke-41 dan dijadwalkan berlangsung 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Ajang ini menjadi salah satu upaya pemerintah mempertemukan produk Indonesia dengan pasar dan buyers internasional.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network