Mewakili Gubernur, Pradana Agung Nugroho menilai wayang kulit memiliki posisi strategis sebagai media penyampaian nilai keagamaan sekaligus pelestarian kearifan lokal.
"Melalui pendekatan budaya yang kreatif dan relevan, kita dapat memperkenalkan nilai-nilai keagamaan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya Nusantara kepada generasi penerus," ujarnya.
Pradana menjelaskan lakon Bimo Suci mengandung pesan tentang pencarian jati diri, kebenaran sejati, kepatuhan seorang murid kepada guru, hingga penyerahan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Nilai tersebut dinilai sejalan dengan semangat Maulid Nabi, terutama ajakan untuk menyucikan hati dan memperbaiki akhlak.
Apresiasi serupa disampaikan Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo. Menurutnya, dakwah dapat dikemas melalui pendekatan budaya agar lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
"Dakwah tidak dilakukan dengan metode yang monoton, melainkan disesuaikan dengan adat dan kebiasaan masyarakat. Wayang adalah tontonan sekaligus tuntunan," kata Sapto.
Dia berharap keberadaan Masjid Tombo Ati di kawasan Solo Baru tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga ikut menjaga ketenteraman serta memperkuat kehidupan sosial masyarakat sekitar.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
