Pergerakan massa menuju kawasan padepokan membuat aparat gabungan meningkatkan pengamanan. Personel Brimob, Polres Madiun Kota, dan Polres Madiun disiagakan untuk mengamankan akses menuju kawasan tersebut.
Ketegangan meningkat setelah massa tidak dapat melanjutkan perjalanan. Terjadi aksi saling dorong yang kemudian disertai pelemparan botol hingga berujung bentrokan dengan aparat.
Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB hingga menjelang pukul 10.00 WIB. Aparat kemudian menghalau massa dari akses menuju padepokan.
Akibat situasi tersebut, arus kendaraan di Jalan Soekarno-Hatta dari arah utara maupun selatan dialihkan. Sejumlah akses jalan kampung menuju kawasan padepokan juga dijaga aparat. Warga setempat menjadi kelompok yang mendapat akses melintas di sejumlah titik pengamanan.
Di sekitar Padepokan Agung Madiun di Jalan Merak, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, ratusan personel gabungan TNI dan Polri juga disiagakan.
Pengamanan tersebut dilakukan di tengah persiapan Parluh PSHT 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 25–27 September 2026.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Madiun bersama Forkopimda lintas daerah telah menggelar rapat koordinasi pada 16 September. Dalam rakor tersebut disepakati kegiatan Parluh PSHT pimpinan Muhammad Taufiq tidak dilaksanakan di wilayah Kota maupun Kabupaten Madiun dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan masyarakat. Kabupaten Magetan menyatakan kesiapan menjadi alternatif lokasi.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
