Di sisi lain, pihak PSHT melalui Biro Hukumnya sebelumnya menyatakan Parluh 2026 tetap direncanakan di Padepokan Agung Madiun pada 25–27 September. Pernyataan tersebut menunjukkan masih adanya perbedaan sikap mengenai lokasi pelaksanaan agenda organisasi tersebut.
Ketegangan juga menjadi perhatian karena terdapat kelompok PSHT lain yang selama ini berada di sekitar Padepokan Agung Madiun. Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang pengamanan diperketat menjelang agenda Parluh.
Hingga Selasa siang, aparat masih melakukan penjagaan di sejumlah akses menuju kawasan Padepokan Agung Madiun. Pengamanan dilakukan untuk mencegah massa kembali berkumpul dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
